Masuk

Bikin Geleng-Geleng Kepala, Berikut Kasus Kebocoran Data Selama 2 Bulan Terakhir

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kasus kebocoran data seakan sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia. Dalam rentang waktu Agustus hingga September saja, setidaknya sudah terjadi 5 kali kebocoran data yang melibatkan lembaga negara.

Seringnya terjadi kebocoran data akhirnya membuat Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) menjadi bulan-bulanan para pakar, warganet, bahkan anggota DPR. 

“Kok kebobolan terus? Enggak mungkin kalau enggak ada orang dalam. Saya enggak tahu, apakah terkait dengan penyelenggara sistem elektronik yang SIM bocor itu kan bisa diidentifikasi dari mana. Ini memalukan menurut saya, masa Kominfo sebulan tiga kali kebocoran datanya, dan ini besar-besar angkanya,” sebua Anggota Komisi I DPR Nurul Arifin pada Rabu, 8 September 2022, mengutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga: Hacker yang Pernah Meretas NASA Sebut Bjorka Adalah Orang Indonesia

Berikut rangkuman sejumlah kasus kebocoran data yang terjadi di Indonesia tersebut:

1. Data pelanggan PLN

Pada pertengahan Agustus lalu, sejumlah data yang milik pelanggan PLN diperjualbelikan pada forum hacker, BreachForums oleh seseorang bernama Loliyta.

Adapun isi dari data-data yang berjumlah sekitar 17 juta tersebut adalah nama pelanggan, tipe KwH, tipe meteran, hingga alamat.

Baca Juga: Diduga Data Pribadi Presiden Jokowi Bocor, Mensesneg: Sudah Dibantah Kemarin oleh Pak Heru

Juru bicara PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan bahwa data tersebut merupakan data replika dan bukan transaksional. Menurutnya, data yang dikelola PLN dalam kondisi aman.

“Data yang beredar adalah data replika, bukan data transaksional aktual dan sudah tidak update,” jelasnya pada Jumar, 19 Agustus 2022 lalu.

2. Data pelanggan IndiHome

Beberapa hari setelah kabar bocornya data pelanggan PLN, kali ini giliran IndiHome yang alami kebocoran. Jumlah kebocorannya sendiri mencapai 26 juta.

Pada forum hacker, BreachForums, seseorang bernama Bjorka mengunggah data berisi riwayat pencarian, keyword, email, nama, jenis kelamin, hingga NIK. Hal ini pun menarik perhatian aktivitas siber, Teguh Aprianti.

Baca Juga: Ngeri! Data Rahasia Presiden Jokowi Diduga Diretas Hacker

“BUMN satu ini jahat banget kelakuannya. Contohnya di baris pertama, mas-mas ini kebetulan lagi buka bokep lalau browsing historynya dicuri dan diidentifikasi nama, jenis kelamin, dan juga NIK miliknya dari data pelanggan. bayangin kalau ini digunakan untuk mempermalukan seseorang,” kicaunya melalui akun Twitter @secgron dilengkapi unggahan sampel data pelanggan yang bocor tersebut.

Namun, pihak Telkom sendiri telah membantah kabar kebocoran data tersebut.

“Kami sampaikan tidak terdapat record mengandung ID IndiHome yang valid. Telkom tidak menggunakan email @telkom.net baik untuk kepentingan perusahaan maupun sebagai fitur atau layanan pelanggan. Jadi fungsinya bukan sebagai email,” ujar SVP Corporate Communications and Investor Relations Telkom Group, Ahmad Reza, pada Senin 22 Agustus 2022 lalu.

3. Data registrasi SIM Card Bocor

Kasus kebocoran data terbaru yang juga memancing amarah warga. Selain jumlahnya yang sang besar, Kominfo juga mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang memicu kemarahan.

Hal ini sendiri bermula saat Bjorka kembali membocorkan data registrasi SIM Card yang diklaimnya berjumlah 1,3 miliar dengan kapasitas 87 GB pada Rabu, 31 Agustus 2022 lalu. Tidak lupa, ia juga menyertakan sampel data sebanyak 2 GB.

Merespon hal tersebut, Kominfo malah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa pihaknya tidak memiliki aplikasi untuk menyimpan data registrasi prabayar dan pascabayar.

“Enggak, enggak ada data itu dari Kominfo,” ungkap Menkominfo Johnny G Plate saat ditanyai mengenai kebocoran data registrasi SIM Card tersebut.

Alih-alih menjelaskan tentang langkah Kominfo untuk hadapi isu kebocoran data tersebut, Plate malah menyarankan agar warga menjaga nomor induk kependudukan (NIK) dan rajin mengganti password. Sontak hal tersebut dicibir sebagai saran yang sangat berguna.

Tak kalah, Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan malah meminta hacker tak menyerang data karena akan merugikan rakyat.

“Kalau bisa jangan nyerang lah, orang itu perbuatan illegal access kok. Setiap serangan itu yang dirugikan rakyatnya,” katanya pada Senin, 5 September 2022 lalu.