Terkini.id, Makassar – Peretas dikabarkan telah membobol situs Bukalapak, dan mengambil informasi penting di situs jual beli e-commerce tersebut.
Bukalapak sendiri membenarkan adanya peretas yang berusaha menembus situs mereka, namun tetap mengklaim bahwa tidak ada data pribadi penggunanya yang bocor.
“Bukalapak mengonfirmasi bahwa memang ada upaya untuk meretas Bukalapak beberapa waktu yang lalu, namun, tidak ada data penting seperti user password, finansial, atau informasi pribadi lainnya yang berhasil didapatkan,” kata Intan Wibisono, Kepala Komunikasi Korporat Bukalapak, melalui keterangan resminya.
Pihaknya mengaku selalu meningkatkan sistem keamanan di Bukalapak, demi memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak, dan memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan.
Upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital,” imbuhnya.
- Risiko Kebocoran Data Layanan Pesan Antar Makanan Perlu Diwaspadai
- Hacker yang Pernah Meretas NASA Sebut Bjorka Adalah Orang Indonesia
- Diduga Data Pribadi Presiden Jokowi Bocor, Mensesneg: Sudah Dibantah Kemarin oleh Pak Heru
- Ngeri! Data Rahasia Presiden Jokowi Diduga Diretas Hacker
- Pengertian Breached Forums, Tempat Diduga Dibocorkannya Data Warga Indonesia
Bukalapak mengimbau para pengguna untuk memperhatikan keamanan saat bertransaksi di platform mereka, salah satunya dengan mengganti kata kunci atau password secara berkala.
Platform e-commerce asli Indonesia ini juga memiliki fitur keamanan tambahan berupa verifikasi dua langkah atau two-factor authentication, untuk mencegah penyalahgunaan data penting dari perangkat yang tidak dikenali.
Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky juga menegaskan bahwa tidak ada data-data penting yang dicuri oleh hacker.
Sebelumnya melalui situs The Hacker News, peretas dengan nama samaran Gnosticplayers mengaku telah mencuri data jutaan pengguna dari sejumlah situs, dua di antaranya berasal dari Indonesia, yaitu Youthmanual dan Bukalapak.
Peretas tersebut mengklaim telah menjual data dari enam situs yang terakhir diretas ke Dream Market seharga 1,2431 Bitcoin atau setara dengan US$5.000.
Bukalapak Banyak Dikritik
Omong kosong industri 4.0 kalau data breach disepelekan seperti ini
Mudah2an CEO baru bisa benahin.@achmadzaky pic.twitter.com/SR4k3VeIa6— Ally Sandrana❤️🧪 (@llyboshi) March 20, 2019
Sejumlah netizen di media sosial mengkritik CEO Bukalapak karena klaim tidak ada yang dicuri oleh peretas.
“Omong kosong industri 4.0 kalau data breach disepelekan seperti ini Mudah2an CEO baru bisa benahin.
@achmadzaky,” tulis akun Ally Sandrana (@llyboshi) melalui twitter).
“Padahal menurut berita yang beredar di media-media tentang network security,
hacker konon sudah merilis data-data dari situs yang dia hack di waktu sebelumnya. Sementara perusahaan yang terkena curi datanya oleh hacker ini, banyak yang klarifikasi mengakui bahwa data tersebut memang valid milik mereka,” tulis salah satu akun facebook.
https://www.facebook.com/ECommerceShitposting/posts/427584054654181
Disebutkan, perusahaan perusahaan lain yang yang sudah mengerti pentingnya data pengguna, mereka memilih langsung menghimbau dan menginformasikan kepada semua penggunanya untuk melakukan langkah pengamanan.
“Minimal dihimbau untuk mengganti password mereka,” tulisnya.
Sementara, netizen lainnya, Teguh Apriyanto, mengkritik karena Bukalapak lebih memilih ngeles dibanding mengimbau penggunanya mengamankan data.
Padahal, peretas mengklaim telah menjual data penting pengguna Bukalapak seperti nama lengkap, email dan password.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
