Terkini.id, Jakarta – Isu kebocoran data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menuai banyak sorotan publik dan ahli keamanan siber.
Melansir Sci-Tech, Jumat, 21 Oktober 2021, diduga data tersebut mencakup identitas anak di bawah umur, yang menggaris bawahi kerentanan mereka dari para predator online.
KPAI menjadi sorotan usai sejumlah tangkapan layar dari forum hacker Raid Forums menampilkan seorang pengguna dengan username C77 yang menawarkan data KPAI.
Menurut Ketua Lembaga Studi Kemanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, kebocoran data tersebut valid.
Data tersebut diduga berisi database pelaporan masyarakat dari seluruh Indonesia dari tahun 2016 sampai sekarang.
Ia menjelaskan bahwa data anak di bawah umur yang bocor tersebut menyangkut beberapa detail identitas.
Adapun identitas tersebut yakni nama, nomor identitas, kewarganegaraan, telepon, HP, agama, pekerjaan, pendidikan, alamat, email, tempat lahir, tanggal lahir, jenis kelamin, provinsi, kota, usia, serta tanggal pelaporan.
Adapun dua database yang diberikan yakni berukuran 13MB dengan nama file kpai_pengaduan_cxv dan 25MB dengan nama kpai_pengaduan2_csv.
Untuk mengunduh file tersebut, user Raid Forums harus mengeluarkan 8 credits per data atau sekitar Rp35 ribu rupiah.
Pratama mengatakan bahwa kebocoran data tersebut sangat berbahaya karena predator daring bisa menarget dari data-data yang dimuat di sana.
Adapun data tersebut sangat sensitif untuk disalahgunakan di internet. Misalnya, data tersebut bisa saja dipakai untuk penipuan online.
Selain kebocoran data KPAI, Pratama juga menemukan terjadi kebocoran data Bank Jatim yang dijual oleh akun dengan username Bl4ct0r dengan harga 250.000 dolar AS.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
