Terkini, Sorowako – PT Vale Indonesia Tbk terus memberi dampak untuk masyarakat dan keberlanjutan. Salah satu yang tak kalah menarik dari misi keberlanjutan yang digencarkan perseroan adalah mengembangkan fasilitas Biodigester Nickel atau BIONI.
BIONI, sebuah fasilitas pengolahan limbah organik yang dikembangkan Vale sejak 2024 ini, menjadi solusi menciptakan sumber energi dari limbah organik, dikelola Badan Usaha Milik Desa.
Senior Manager Strategic Environmental and Reclamation PT Vale Indonesia, Umar Kasmon, menjelaskan, fasilitas BIONI mulai beroperasi pada Desember 2024. Dalam proses pembangunannya, PT Vale melibatkan tenaga ahli serta berkonsultasi secara aktif dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan pengoperasian fasilitas ini berjalan sesuai dengan standar keselamatan dan lingkungan yang ketat.

“Operasional BIONI ini telah dibakukan melalui Standar Operasional Prosedur (SOP), menjadikan sistem kerja fasilitas ini konsisten dan aman,” terang Umar melalui keteranga tertulis, Rabu 18 Juni 2025 lalu.
Keseriusan PT Vale itu tidak hanya ditunjukkan dengan membangun infrastruktur. Umar menerangkan, tim PT Vale menggalang dukungan dalam bentuk donasi sampah dari setiap segregasi perusahaan hingga menggulirkan program pendampingan.
- Penataan PKL Dibarengi Pemberdayaan, Pemkot Makassar Gandeng Bank Sulselbar Salurkan KUR untuk UMKM
- Inovasi Pengolahan Sampah Berbasis Magot PT Vale Dihadirkan Dalam Pameran Lingkungan Internasional KemenLHK
- Di Ujung Gubuk Reot, 7 Tahun Sebatang Kara, Daeng Sangkala Terbaring Sakit Tanpa KTP dan Perawatan
- Pebalap Astra Honda Ramadhipa Bidik Podium Kedua di Moto3 Junior World Championship Estoril
- Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Ikuti Pelatihan PAKU Integritas 2026 yang Digelar KPK
Upaya ini diharapkan bisa membantu kelompok BUMDESMA Anatowa, selaku pengelola BIONI di awal proses pengelolaannya, hingga bisa menjadi mandiri.
Sumber Bahan Baku dan Kapasitas Produksi

Umar menerangkan, dari fasilitas segregasi perusahaan tersebut, BIONI mengolah sampah organik seperti sisa makanan dari kantin, pasar, dan rumah tangga.
“Fasilitas ini bisa mengolah hingga 100 kg sampah per hari, menggunakan sistem anaerobic digester tanpa tambahan bahan kimia. Prosesnya murni biologis, mengandalkan mikroorganisme untuk menguraikan sampah dalam kondisi tanpa oksigen (anaerob),” terangnya.
Produk Utama: Gas Metana dan Pupuk Organik

Dari proses ini, BIONI mampu menghasilkan dua produk utama: gas metana dan pupuk organik cair (POC). Saat ini, gas yang dihasilkan mencapai 3 hingga 5 meter kubik per hari. Cukup untuk memasok satu warung di kawasan pujasera Simpang Tiga, Kelurahan Magani, Luwu Timur.
Namun, jika jumlah sampah yang dikelola meningkat, potensi produksi gas juga akan bertambah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
