Bioteknologi benih dan produktivitas kakao berkolaborasi dalam kuliah umum di Polbangtan Gowa

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus melakukan peningkatan kualitas sumberdaya manusia, khususnya mahasiswa. Hal ini terbukti dengan digelarnya kuliah umum, Jumat (29/3) di Aula Syekh Yusuf Polbangtan Gowa.

Menghadirkan narasumber ahli dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yakni Prof. Dr. Ir. Laode Asrul, MP. dan Prof. Dr. Ir. Elkawakib Syam’un, MP., kuliah umum dipandu oleh sekretaris Jurusan Pertanian, Ummu Aimanah, S.TP., M.Si.

Kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan ini diikuti oleh mahasiswa tingkat I, II, dan III Program D-III dan D-IV Jurusan Pertanian.

Materi pertama membahas mengenai peningkatan produktivitas kakao di Sulawesi Selatan. Saat dimintai penjelasan oleh Mico Goni, salah satu mahasiswa peserta kuliah umum, mengenai studi kasus kakao di Sulawesi Utara terkait biji kakao yang berukuran besar namun berat biji rendah, Laode Asrul mengungkapkan ada tiga syarat utama yang harus terpenuhi untuk meningkatkan produktivitas kakao, antara lain bibit yang unggul, kesesuaian lahan, dan pemupukan berimbang.

Prof. Dr. Ir. Elkawakib Syam’un, MP., pada sesi kedua menyajikan materi mengenai peranan bioteknologi dalam menghasilkan benih berkualitas. Dalam pemaparannya, pria paruh baya yang akrab disapa Prof. Elka menekankan bahwa benih/bibit yang bermutu merupakan investasi bangsa dan untuk memperoleh benih bermutu perlu didukung dengan penerapan bioteknologi berupa rekayasa genetik maupun kultur jaringan. Secara gambling ia mengungapkan bahwa 60-65% produktivitas komoditi tanaman sangat ditentukan oleh kualitas benih.

Pada penghujung kuliah umum, Ummu selaku moderator menutup dengan menarik benang merah bahwa peningkatan produktivitas kakao tidak dapat terlepas dari kualitas benih yang bermutu melalui penerapan bioteknologi. (FW)

Berita Terkait