Pertamina menjadi perusahaan pertama yang berdagang sertifikat karbon di Bursa Efek (IDX Carbon). Di Makassar, ribuan tanaman Mangrove ditanam anak usaha Pertamina, membuat bisnis karbon biru berpotensi jadi pemasukan baru di daerah ini. Sekaligus memperkuat Visi Indonesia menuju zero emisi.
Terkini.id, Makassar – Indonesia punya agenda penting untuk menurunkan emisi karbon hingga nol pada tahun 2060. Dalam 22 tahun mendatang, sesuai target RPJPN 2025-2045, intensitas emisi gas rumah kaca yang berdampak besar atas krisis perubahan iklim, harus ditekan hingga 93,5 persen.
Tapi pemerintah saat ini sedang rajin mengundang investor masuk. Atas nama hilirisasi, investor diberi izin konsesi membabat pohon-pohon di hutan, mengeksploitasi lahan yang mengandung mineral, batu bara, lalu diberi izin membangun pabrik dengan cerobong-cerobong asap yang menusuk langit.
Polusi udara masih tinggi. Air Quality Index (AQI) mencatat pencemaran udara di Jakarta mencapai rekor 156 poin dan menduduki posisi pertama sebagai kota udara terkotor di dunia pada 10 Agustus 2023 lalu. Langit tidak kelihatan biru, lebih banyak abu-abu. Kota-kota lain di Indonesia juga tidak ketinggalan dalam memproduksi karbon.
Memang sudah banyak upaya untuk menekan emisi karbon itu, meskipun prosesnya tidak ‘sat-set’ langsung beres. Konversi kendaraan ke listrik, misalnya. Tidak semua masyarakat yakin dan optimis kendaraan listrik lebih menguntungkan. Sebagian masih was-was, misalnya soal daya tahan baterai, garansi dan kondisi kelistrikan yang masih sering diwarnai pemadaman bergilir.
- Pertamina Apresiasi Ketegasan Operator SPBU Mamuju dalam Menjaga Penyaluran BBM Subsidi
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dorong Masyarakat Gunakan LPG Secara Bijak dan Efisien
- Stok BBM Aman, Pertamina Ajak Stakeholder Bersama Atasi Antrean di SPBU
- Pertamina Pastikan Stok BBM Sulawesi Aman, Distribusi Tetap Optimal Selama Arus Balik
- Mudik Lebih Hemat! Pertamina Siapkan Promo BBM, THR hingga Takjil Gratis Lewat MyPertamina
Perusahaan-perusahaan yang punya industri penghasil emisi kabon juga belum wajib mengonversi semua infrastruktur dan sumber daya mereka menjadi ramah lingkungan dan energi hijau. Belum ada aturan yang melarang penggunaan bakar batu bara sebagai pembangkit listrik, atau bahan baku produksi, misalnya.
Akan tetapi, langkah terbaru pemerintah ini mungkin berdampak besar. Pada bulan September lalu, yakni saat Presiden Jokowi meluncurkan Bursa Karbon IDX di Bursa Efek. Perusahaan BUMN, PT Pertamina (Persero) menjadi yang pertama, dan sedang bergerak menjadi pemimpin pasar dalam perdagangan karbon.
Lalu apa maksudnya itu perdagangan karbon? mengapa diperdagangkan di Bursa Efek?
Perdagangan karbon ini adalah cara baru dunia menekan emisi karbon atau gas rumah kaca yang berdampak besar pada krisis perubahan iklim. Ini sudah ditetapkan dalam Paris Agreement, sebuah perjanjian global antara negara-negara di dunia yang ikut disepakati Indonesia.
Prinsipnya, semua perusahaan yang bidang usahanya menghasilkan emisi karbon, tentu punya jatah ‘slot’ atau ‘kredit’ karbon yang diberikan oleh negara dalam bentuk sertifikat. Satu slot karbon, atau selanjutnya disebut satu unit karbon dinyatakan dalam satuan 1 ton karbondioksida. Nah, slot karbon atau unit karbon yang disertifikatkan itu bisa dijual ke perusahaan lain, jika tidak terpakai.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
