BKS PII Gelar Wawancara Teknis Calon IPM, Diikuti Insinyur dari Luar Negeri

Terkini.id, Makassar– Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) pada Kamis, 18 Juni 2020 hari ini, kembali menggelar sesi wawancara teknis secara virtual untuk para calon Insinyur Profesional Madya (IPM).

Kegiatan itu sebagai salah satu wujud BKS PII dalam menjalankan amanah UU No.11/2014 tentang Profesi Keinsinyuran.

Sesi wawancara tersebut dihadiri oleh 11 calon IPM yang berkarir di berbagai sektor keinsinyuran.

Dalam kegiatan itu, BKS PII memberikan mandat kepada 3 majelis penilai, Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU, Ir. Andi Taufan Marimba, IPU dan Ir. Habibie Razak, ASEAN Eng., ACPE.

Sesi wawancara teknis BKS PII
Mungkin Anda menyukai ini:

Dari 11 Insinyur yang diwawancara, salah satunya adalah insinyur dari luar negeri yang bekerja di Indonesia.

Baca Juga: Bahas Infrastruktur Sipil Terkait Fenomena Alam, BKS PII Gelar Webinar

“Memang benar bahwa salah satu persyaratan buat Insinyur Asing untuk bisa berpraktik keinsinyuran di Indonesia mereka harus memiliki Sertifikat Insinyur Profesional yang diakui oleh hukum negaranya untuk dilaporkan ke Persatuan Insinyur Indonesia,” ujar Ir. Habibie.

“Apabila Insinyur Asing ini belum tersertifikasi di negaranya maka wajib mengikuti program sertifikasi PII hingga memperoleh Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI). Pengaturan tentang Insinyur Asing diatur di Pasal 18 -22 UU No.11/2014,” terangnya.

Sesi wawancara teknis BKS PII

Diketahui, BKS PII dalam upayanya mensertifikasi Insinyur Indonesia melakukan pelayanan wawancara teknis setidaknya 3 kali dalam sebulan untuk menambah jumlah Insinyur Profesional Sipil yang siap diterjunkan pada proyek-proyek konstruksi di seluruh Indonesia.

Bagikan