BMKG: Telah Terjadi 308 Kali Gempa Susulan di NTT!

BMKG: Telah Terjadi 308 Kali Gempa Susulan di NTT!

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, KupangBMKG: telah terjadi 308 kali gempa susulan di NTT! Badan Meteoroligi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan jika sempat terjadi gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa gempa susulan itu terjadi pasca adanya gempa bumi yang terjadi di Larantuka NTT pada Selasa 14 Desember 2021 kemarin.

Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, BMKG sempat mencatat beberapa kali terjadi kejadian gempa bumi susulan. Berdasarkan pemantauan mereka per Rabu 15 Desember 2021 pukul 10.00 WIB, setidaknya ada 308 kejadian aftershock.

“Skala gempa yang paling besar tercatat mencapai 6,8 skala richter dan paling kecil 2,9 skala richter,” beber Daryono saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 15 Desember 2021.

Saat ini, NTT masih memberlakukan status waspada rawan tsunami. Pemberlakuan status dilakukan menyusul gempa magnitudo 7,4 pada Selasa 14 Desember 2021 kemarin.

Kendati begitu, seperti dilansir dari Tempo.co, Rabu 15 Desember 2021, Daryono mengatakan BMKG telah mengakhiri peringatan dini dari potensi terjadinya tsunami.

“Untuk tsunami, saat ini sudah aman,” jelasnya.

Seperti diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa bumi yang terjadi pada Selasa kemarin menyebabkan sejumlah kerusakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari menjelaskan, saat ini BNPB belum menemukan adanya korban jiwa akibat gempa tersebut.

Kendati demikian, berdasarkan laporan, gempa tersebut menyebabkan korban luka sebanyak tujuh orang, enam orang merupakan warga Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan satu orang sisanya merupakan warga Kabupaten Manggarai, NTT.

“Kami juga mencatat ratusan bangunan rusak dan ribuan warga di NTT dan Sulawesi terpaksa mengungsi,” beber Muhari.

Saat ini BPBD di beberapa daerah terdampak seperti NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara masih melakukan pendataan lapangan secara intensif.

Muhari menegaskan, pihaknya masih terus berupaya mencari korban lain pada peristiwa gempa kemarin.

“BNPB masih terus berkoordinasi dengan BPBD untuk mendapatkan informasi dan data untuk penanganan darurat pasca gempa,” imbuh peneliti yang merupakan lulusan Universitas Tohokudai, Jepang ini.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.