BNI Makassar Siapkan Kredit Lunak untuk Pedagang Kanrerong

Pemimpin Wilayah BNI Makassar, Faizal Arief Setiawan bersama Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto, Kamis 2 Februari 2019.(ist)
Pemimpin Wilayah BNI Makassar, Faizal Arief Setiawan bersama Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto, Kamis 21 Februari 2019.(ist)

Terkini.id, Makassar – PT Bank Negara Indonesia Tbk menggandeng Pemerintah Kota Makassar dalam rangka mendorong kapasitas pedagang kaki lima atau PKL di kota tersebut melalui penyaluran pembiayaan lunak bagi pedagang.

CEO BNI Wilayah Makassar, Faizal AriefSetiawan mengungkapkan, kerja sama dengan pemerintah kota itu juga akan menciptakan eksosistem PKL yang melek produk perbankan.

“Fasilitas yang akan kami berikan tidak cuma kredit lunak bagi pedagang, tetapi juga pendampingan atau capacity building kepada PKL ini,” katanya saat penandatanganan MoU dengan Pemkot Makassar, Kamis 21 Februari 2019.

Selain itu, program yang dijalankan bersama pemkot ini bakal kolaborasikan dengan perluasan budaya non tunai sehingga para PKL lebih efesien dan modern dalam menjalanan kegiatan usahanya.

Secara umum, papar Faizal, nota kesepahaman yang diteken mencakup beragam aspek yang nantinya bermuara pada kualitas dan kapasitas PKL yang berada dalam sasaran program.

Gairahkan Pusat Kuliner di Makassar

Sekedar diketahui PKL yang mendapatkan fasilitas dari BNI itu berada di area PKL Centre Karebosi yang selanjutnya disebut Kawasan Kanrerong Karebosi, merupakan salah satu program pusat kuliner yang digagas pemerintah.

Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengandalkan kuliner Makassar sebagai kekuatan ekonomi dengan penunjang utamanya bersumber dari eksistensi PKL.

“Apalagi dengan masuknya BNI memberikan fasilitas pembiayaan termasuk capacity building, tentu saja akan lebih mengoptimalkan Kanrerong Karebosi kedepannya,” tutur dia.

Selain itu, lanjut Danny, Kanrerong menjadi wujud kepedulian pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.

“Pemerintah harus mengambil peran strategis. Ini sebagai tanggung jawab kita memperhatikan rakyat kecil. Pemerintah hadir sebagai jembatan. Ada para PKL yang bisa diberdayakan untuk menjadi potensi yang luar biasa. Kita bikinkan tempat di area termahal yang ditempati secara gratis yakni di Kanrerong,” terangnya.

Target Omzet Jutaan Rupiah Per Hari

Danny menargetkan, jika sebelumnya PKL yang hanya beromzet sebesar Rp200.000 akan meningkat hingga Rp1juta atau Rp2 juta per malam.

Dan jika hal itu belum tercapai, PKL tidak akan dikenakan retribusi.

“Tidak ada retribusi dipungut sebelum penghasilan Rp1 juta per malam,” tegas Danny.

Sebagi informasi, fasilitas di kawasan Kanrerong Karebosi dibangun pemerintah dengan biaya Rp9 miliar dengan penyediaan 270 lapak.

Kemudian proyeksi kontribusi dari PKL di Kanrerong bisa mencapai Rp17 miliar dengan catatan capaian omzet telah menyentuh Rp1 juta-Rp2juta.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Bisnis

Fuso Kembali Pimpin Penjualan Truk di Sulselbar

Terkini.id, Makassar -- Pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Sulawesi Selatan membuat bisnis penjualan kendaraan truk meningkat.General Manager Operation Officer PT Bosowa Berlian Motor (BBM),