BPOM Bolehkan Lansia 60 Tahun ke Atas Divaksin Sinovac

BPOM Bolehkan Lansia 60 Tahun ke Atas Divaksin Sinovac

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Vaksinasi covid-19 untuk lanjut usia (lansia) dengan umur 60 tahun ke atas kini sudah boleh dilakukan.

Itu setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 asal China, Sinovac Biotech, untuk lansia.

Persetujuan penggunaan vaksin untuk lansia terungkap dalam sebuah surat dari BPOM kepada BUMN farmasi, Bio Farma.

Surat itu menunjukkan bahwa Bio Farma telah menyetujui pemberian vaksin bagi mereka yang berusia 60 tahun ke atas setelah memperhitungkan keadaan darurat.

Mengutip dari kompascom, Wiku Adisasmito, juru bicara satuan tugas COVID-19, membenarkan keaslian surat itu. Akan tetapi juru bicara BPOM tidak segera memberikan tanggapan.

Baca Juga

Pemerintah sudah meluncurkan program imuniasi vaksin Sinovac yang bernama CoronaVac pada bulan lalu yang melibatkan 3 juta dosis dan ditujukan untuk tenaga medis dan pegawai negeri.

Data pemerintah menunjukkan hampir 800 ribu orang telah menerima dosis pertama mereka.

Indonesia mencatat lebih dari 31 ribu kematian akibat Covid-19 dan pemerintah menargetkan untuk memvaksinasi lebih dari 180 juta orang, atau sekitar dua pertiga dari populasi 270 juta, dalam setahun.

Beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Inggris yang sudah mulai vaksinasi, memprioritaskan lansia yang lebih rentan terhadap penyakit pernafasan.

Kementerian Kesehatan menolak berkomentar, meskipun dikatakan para lansia akan menerima vaksin pada April.

Sinovac, Sabtu (6/2/2021), mengatakan regulator produk medis China telah menyetujui CoronaVac untuk digunakan masyarakat umum.

Percobaan tahap I dan II di China menunjukkan vaksin tersebut aman untuk pasien yang lebih tua, tetapi Sinovac memperingatkan bahwa data untuk tingkat perlindungan di antara orang-orang yang berusia 60 ke atas “terbatas.”

“Jika kita ingin membendung jumlah rawat inap, sebaiknya kita kejar imunisasi untuk para lansia,” kata Pandu Riono, seorang ahli epidemiologi di Universitas Indonesia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.