CEK FAKTA: Benarkah Vaksin Sinovac Paling Rendah dari Seluruh Vaksin Covid-19?

CEK FAKTA: Benarkah Vaksin Sinovac Paling Rendah dari Seluruh Vaksin Covid-19?

AT
Admin Terkini
Oliviane Nuah

Tim Redaksi

Terkini.id – Muncul pemberitaan diberbagai media sosial yang menyebutkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut  vaksin Covid-19 buatan Sinovac tingkat efektifnya paling rendah dibandingkan 10 vaksin lainnya.

Dari pemberitaan tersebut juga mengatakan Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memesan vaksin asal China tersebut.

Pemberitaan yang beredar tersebut bertuliskan narasi dengan judul :WHO Ungkap Pengaruh Vaksin Sinovac China terhadap Imun Tubuh Ternyata Paling Rendah”.

Sebanyak 1,2 juta Vaksin Sinovac buatan China telah tiba di Indonesia.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi pun langsung menyampaikan kabar yang ia nilai sebagai kabar baik tersebut.

Baca Juga

“Saya ingin menyampaikan kabar baik.Hari ini pemerintah sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19. Vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinis di Bandung sejak Agustus 2020,” kata Jokowi,Minggu (6/12/2020).

Berdasarkan informasi yang didapat berita AL JAZEERA,Dari 20 negara yang telah tercatat memesan Vaksin Virus Corona, memang baru INDONESIA yang memesan VAKSIN SINOVAC.

AL JAZEERA juga mengungkap data bersumber dari REUTERS dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dari 10 jenis vaksin yang siap edar, ternyata VAKSIN SINOVAC memiliki pengaruh terhadap imunitas tubuh yang PALING LOW atau RENDAH.

Berdasarkan tabel di bawah ini dipaparkan dampak ke-10 jenis vaksin tersebut terhadap imunitas tubuh relawan uji coba.

Sekadar contoh, VAKSIN MODERNA berdampak 94,5 % terhadap imunitas tubuh.VAKSIN PFIZER berdampak 95 % terhadap imunitas tubuh.

TETAPI, SINOVAC memiliki dampak terhadap imunitas tubuh yang masuk kategori low atau rendah.

Bukan itu saja, CHINA dan RUSIA juga dua negara yang dinilai sangat berani karena telah memproduksi vaksin meski uji klinis tahap 3 belum selesai.

Media berbasis di DOHA, QATAR, mengungkap data hasil riset terkait pengaruh 10 jenis vaksin terhadap imunitas tubuh.

Hasilnya, VAKSIN SINOVAC pengaruhnya masuk KATEGORI LOW (RENDAH),Sementara beberapa merek vaksin lain masuk kategori moderat atau 94-95 persen seperti VAKSIN PFIZER dan MODERNA.

PFIZER dan MODERNA adalah vaksin buatan Amerika Serikat.

Berdasarkan data yang diungkap Al Jazeera,Ada 20 negara (tidak termasuk Uni Eropa) yang telah memesan vaksin untuk mengatasi pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Ke-20 negara yang telah memesan vaksin tersebut adalahAMERIKA SERIKAT, JEPANG, INGGRIS, ITALIA, DENMARK, BELANDA, PRANCIS, KANADA, CHINA, BRAZIL, MEKSIKO, ARGENTINA, INDIA, SPANYOL, AUSTRALIA, INDONESIA, UZBEKISTAN, MESIR, NEPAL, dan ISRAEL.

Data REUTERS menunjukkan bahwa ada 10 jenis Vaksin Virus Corona yang siap dan telah diproduksi sejumlah perusahaan farmasi dari sejumlah negara seperti InggYris, AMERIKA SERIKAT, JERMAN, dan CHINA.

Ke-10 jenis Vaksin Virus Corona tersebut adalah sebagai berikut:

1. AstraZeneca (Inggris)

2. Cansino Bilogics

3. Gamaleya Reserach Institute

4. Inovio-Cepi (Amerika Serikat)

5. Johnson & Johnson Barda Janssen

6. Moderna (Amerika Serikat).

7. Novavax (Amerika Serikat).

8. Pfizer-Biontech(Amerika Serikat-Jerman)

9. Sinopharm-Beijing Institute ofBilogical Products (China)

10. Sinovac (China)

Al Jazeera juga mengungkap tabel negara-negara mana saja yang telah memesan 10 jenis vaksin.

Hasilnya, HANYA INDONESIA yang memesan VAKSIN SINOVAC BUATAN CHINA.

Indonesia memesan 40 juta Vaksin Sinovac.

CHINA sendiri justru memesan vaksin AstraZeneca buatan Inggris sebanyak 200 juta.

Benarkah Penyataan Pemberitaan yang beredar tersebut bahwa Vaksin Sinovac adalah yang paling rendah efektifitasnya?

Cek Fakta melalui penelusuran dari merdeka.com, menanggapi kabar pemberitaan di atas, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari BPOM. Dr. dra. Lucia Rizka Andalusia, M.Pharm, Apt membantah pemberitaan yang mengatakan bahwa WHO membandingkan 10 vaksin Covid-19 dan Sinovac adalah yang paling lemah dan hanya Indonesia yang memesan vaksin tersebut.

Dikutip dari Situs Covid19.go.id, Lucia memberikan pernyataan,

“Hingga saat ini, tidak ada dokumen dan informasi resmi dari WHO yang membandingkan respon imunitas 10 kandidat vaksin, atau pernyataan bahwa vaksin Sinovac rendah sebagaimana ditampilkan dalam pemberitaan. Hal ini pun sudah kami konfirmasikan kepada pihak WHO di Indonesia. Sampai saat ini belum ada pengumuman tingkat efikasi vaksin Sinovac baik dari pihak produsen maupun badan pengawas obat di negara tempat dilakukannya uji klinik.”

Informasi yang mengatakan hanya Indonesia yang memesan vaksin Sinovac juga tidak benar karena selain Indonesia, sejumlah negara lain telah melakukan pemesanan vaksin dari Sinovac.

Sebut saja Turki, Brazil, Chile, Singapura, Filipina dan Mesir juga sedang bernegosiasi untuk bisa memproduksi vaksin Sinovac di Mesir.

Pemerintah Indonesia telah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa vaksinasi hanya dilakukan dengan vaksin yang aman, efektif dan bermutu.

Badan POM bersama Komite Nasional Penilai Obat dan para ahli kesehatan akan memastikan aspek keamanan, khasiat dan mutu dari vaksin Covid-19 yang akan digunakan sesuai standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Jadi, pemberitaan kabar WHO membandingkan 10 vaksin Covid-19 dan vaksin Sinovac yang paling lemah sudah dibantah oleh Juru Bicara dari Badab BPOM dan sampai saat ini tidak ada pernyataan resmi dari WHO tentang vaksin Sinovac paling rendah diantara 10 vaksin seperti pemberitaan yang beredar.

Kesimpulannya, pemberitaan yang beredar tersebut adalah TIDAK BENAR, FALSE, HOAKS dan jangan mudah percaya dengan setiap pemberitaan yang kesannya menyesatkan, budayakan untuk selalu cek and ricek kebenarannya dari sumber terpercaya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.