Breaking News: Pemkot Makassar Batalkan Event F8, Kurator Angkat Suara

Kementerian Pariwisata meluncurkan South Sulawesi Calendar Of Event Wonderful 2019 di Balairung Soesilo Soedirman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jalan Merdeka Barat No.17, Jakarta Pusat, Jumat 26 Juni 2019 lalu. Salah satu event yang ikut diluncurkan adalah Makassar Internasional Eight Festival and Forum.

Terkini.id,Makassar – Pemerintah Kota Makassar memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan event Makassar Internasional Eight Festival and Forum yang akrab disebut (F8) tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Kamelia Thamrin Tantu, Senin 15 Juli 2019.

Menurut Memi sapaan akran Kadispar Kota Makassar bahwa pembatalan event F8 dilakukan lantaran pemerintah kota dibawah pimpinan Iqbal Samad Suhaeb tengah melakukan rasionalisasi dan optimalisasi anggaran belanja daerah.

“Sesuai petunjuk pimpinan dalam hal ini walikota Makassar, salah satu program kami yang mendapat pengalihan anggaran adalah Makassar International Eight Festival and Forum (F8), maka tahun ini ditunda dulu,” katanya.

Event F8 masuk kalender event nasional dan hari ini diresmikan langsung oleh Menteri Pariwisata RI di gedung Kemenpar, Kamis 12 Mei 2018.
Event F8 masuk kalender event nasional dan hari ini diresmikan langsung oleh Menteri Pariwisata RI di gedung Kemenpar, Kamis 12 Mei 2018.

Diketahui bahwa Makassar International Eight Festival atau yang lebih dikenal F8 masuk dalam Top 10 Nasional Event Kementerian Pariwisata tahun 2019 ini sedianya digelar 4 hingga 9 September 2019 mendatang.

Event yang sudah masuk dalam Top 10 Wonderful Events Kemenpar ini diluncurkan pada 26 April 2019 lalu di gedung Sapta Pesona Kemenpar Republik Indonesia.

Menanggapi terkait pembatalan event yang diresmikan Menteri Pariwisata RI yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan 1 Kementerian Pariwisata Rizki Handayani Mustafa di Gedung Kemenpar mendapat tanggapan dari sejumlah Kurator (pelaku industri kreatif) dari F8.

Sofyan Setiawan salah seorang inisiator dan kurator mengaku sangat kecewa dengan keputusan tersebut. Bagi Wawan, mencapai Top Ten Wonderful event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bukan sesuatu yang mudah.

Pengunjung Makassar International Eight Festival and Forum (F8) 2018, di di Pelataran City of Makassar, Anjungan Pantai Losari, Minggu 14 Oktober 2018. /Nasruddin

“Kami kecewa sangat kecewa. Banyak daerah di Indonesia yang sangat mengharapkan bisa masuk dalam wonderful event Nasional, bahkan banyak juga event di kota-kota lain yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pengakuan itu, sementara Pemerintah Kota Makassar malah melepasnya,” tuturnya.

Lanjut Wawan, perjuangan para inisiator terbaik F8 Makassar pasti bisa merasakan kekecewaan itu, tetapi sekali lagi ada industri kreatif yang Insya Allah dianugerahi kemampuan untuk melaksanakan F8 dengan cara lain para kurator.

“F8 ini event punya rakyat Makassar. Kami peduli itu dan akan segera memberikan pernyataan sikap kami tentang F8,” lanjutnya.

Suasana festival F8 yang digelar pada tahun 2017 lalu

“Kalaupun F8 bukan prioritas dari sektor pariwisata, terus apa yang akan menggantikan F8 Makassar dalam skala prioritas program terbaik itu? Tidak ada penjelasan resmi dari Dinas Pariwisata kepada kami,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang Penyair dan Sutradara Teater, yang juga sebagai kurator Fiction Writers & Font F8, Ram Prapanca turut bersuara. Menurut dosen FSD Universitas Negeri Makassar ini belum bisa berkomentar banyak tentang hal tersebut (pembubaran F8) oleh Pemkot Makassar.

“Karena saya masih merasa F8 akan masih tetap dilaksanakan apakah oleh Pemkot Makassar atau pihak swasta,” terangnya.

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah memberikan sambuta saat membuka Makassar International Eight Festival and Forum atau F8 2018, di Pelataran City of Makassar, Anjungan Pantai Losari, Rabu 10 Oktober 2018.

F8 kata dia adalah salah satu peristiwa kebudayaan dan kesenian yang masuk dalam 10 festival terbesar di Indonesia dan sudah diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata di Jakarta. F8 telah dilaksanan tiga kali sejak tahun 2016 hingga 2018 dan telah dikenal baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Jadi saya percaya ada “tangan Tuhan” yang akan membantu dalam pelaksanaan F8 tahun ini,” tegasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini