Terkini.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump.
Trump kini menjadi presiden AS ketiga dalam sejarah yang dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS.
Meski begitu, nasib Trump masih sebagai presiden masih akan ditentukan dalam persidangan di tingkat Senat.
Pemungutan suara di DPR AS menyimpulkan bahwa Presiden Trump sudah menyalahgunakan kekuasaannya. Dia juga disebut telah menghalangi Kongres.
Dalam pemungutan suara tersebut, hampir semua anggota DPR dari Partai Demokrat mendukung pemakzulan Trump dan semua anggota DPR dari Partai Republik menentangnya.
Saat pemungutan suara berlangsung, Presiden Trump berbicara di sebuah rapat umum di Michigan.
Proses pemakzulan pada Rabu 18 Desember dimulai dengan permintaan anggota Partai Republik untuk mengadakan pemungutan suara terkait masalah prosedural, dalam upaya menggagalkan pemakzulan.
Proses itu diikuti pemungutan suara tentang aturan yang akan ditetapkan untuk pemakzulan. Hal ini kemudian memulai debat selama enam jam tentang kelayakan pemakzulan Trump.
Sekira pukul 20.30 waktu setempat, DPR menyerukan pemungutan suara atas dua dakwaan: pertama, penyalahgunaan kekuasaan, terkait dugaan upaya Trump menekan Ukraina untuk mengumumkan penyelidikan terhadap saingan politik Demokratnya, Joe Biden.
Kedua tentang penghalangan Kongres, karena presiden dituduh menolak bekerja sama dalam penyelidikan pemakzulan, menahan bukti, dan melarang para asistennya untuk memberikan bukti.
Pemungutan suara pada poin pertama berujung pada 230 orang mendukung, 197 menentang. Pada poin kedua, 229 orang mendukung, 198 menentang.
Hasil ini menempatkan Trump di samping dua presiden AS lainnya yang dimakzulkan- Andrew Johnson dan Bill Clinton.
‘Proses yang sangat partisan’
Pergulatan di Tingkat Senat
Meski begitu, dikutip dari BBC, Partai Republik memiliki mayoritas anggota di tingkat Senat, sehingga sangat tidak mungkin presiden akan dicopot dari jabatannya ketika para senator memberikan suara mereka.
Pemimpin Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell, pekan lalu mengatakan bahwa para senator Republik akan bertindak dalam “koordinasi total” dengan tim presiden selama persidangan.
Hal ini membuat marah Demokrat yang mengatakan Senator wajib bertindak sebagai juri yang tidak memihak.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.