Terkini.id, Jakarta – Konflik Rusia dan Ukraina yang belum berakhir kian menjadi perhatian di berbagai negara, membuat seorang Pengamat Hubungan Internasional Dinna Prapto Raharja buka suara.
Hal tersebut dilakukan Dinna Prapto mengingat konflik Rusia dan Ukraina telah terjadi sejak tanggal 24 Februari lalu, yag kini memasuki hari ke duabelas peperangan.
Menurut Pengamat Hubungan Internasional konflik Rusia dan Ukraina menimbulkan peningkatan dan penajaman ketegangan di seluruh dunia.
Terlebih lagi kata Dinna Prapto, saat invasi Rusia ke Ukraina telah pecah.
“Jadi, justru bukan deeskalasi ketegangan atau pengurangan ketegangan,” kata Dinna.
Selain dari itu, Dosen di Bina Nusantara (Binus) University itu menjelaskan negara-negara yang punya persenjataan kuat kini telah memperkuat persiapan senjata, dana pertahanan, dan personelnya.
Dinna menyebut bukan hanya Amerika Serikat (AS), Rusia, dan negara-negara NATO yang sedang bersiaga, tetapi juga Australia, India, dan China. Dikutip dari Jpnn. Senin, 7 Maret 2022.
“Australia, India, dan China pun sudah mulai bicara soal suplai persenjataan dan kesiapsiagaan masing-masing pihak,” ungkap Dinna.
Bahkan, lanjut dia, Australia telah mengumumkan rencananya untuk membuat masis militer baru di dekat ibu kotanya, Canberra.
Co-Founder Synergy Policies itu juga menyebut ketegangan yang makin meningkat, narasi yang saling menjatuhkan, hingga beredarnya berita hoaks akan menyebabkan masalah besar.
“Yang merasa terdesak, tidak mustahil akan mendahului melakukan perlawanan bersenjata,” tandas Dinna.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
