Buntut Penembakan Selandia Baru, MUI Pertimbangkan Fatwa Haram Untuk Game PUBG

PUBG
Game online PUBG. (foto: ilustrasi)

Terkini.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar mempertimbangkan mengeluarkan fatwa haram mengenai game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG). Terkait pertimbangan tersebut, MUI pusat pun menyatakan akan membuat kajian terhadap PUBG.

Pertimbangan itu menyusul kasus penembakan brutal di Selandia Baru yang terjadi beberapa waktu lalu. Aksi pelaku penembakan, Tarrant, diduga terinspirasi oleh game PUBG.

“Fatwa adalah jawaban hukum Islam dalam upaya memberikan solusi atas permasalahan yang muncul di masyarakat, pertimbangannya komprehensif,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, dikutip dari detik, Kamis 21 Maret 2019.

Asrorun juga mengatakan bahwa MUI Pusat akan melakukan kajian mendalam, terkait dampak yang bisa ditimbulkan dari game online yang sedang digemari kaum muda ini.

Sebelum kasus penembakan di Selandia Baru terjadi, salah satu wilayah di India, Gujarat, telah melarang warganya untuk bermain game PUBG karena dinilai mengandung unsur kekerasan.

Bahkan pemerintah Gujarat telah mengeluarkan aturan dan sanksi bagi siapa saja yang bermain game PUBG akan dikenakan ancaman hukuman penjara.

Kasus pembunuhan terinspirasi dari PUBG

Dilansir dari laman Feedme, sebelumnya ada seorang siswa yang membunuh gurunya sendiri karena terinspirasi dari game PUBG.

Murid berusia 16 tahun tersebut menikam gurunya hingga tewas gurunya ketika ia sedang mengikuti les privat di rumah guru tersebut. Kepada polisi, siswa bernama Seif itu mengaku ia hanya ingin meniru karakter game yang ada di PUBG.

Kasus lainnya yakni terjadi pada akhir Oktober 2018, dimana seorang pemuda menembak temannya sendiri sampai tewas karena terinspirasi dari PUBG.

Karena berbagai hal tersebut, wacana akan memblokir game PUBG pun mulai diserukan di Timur Tengah. Bahkan, ada fatwa yang mengharamkan bermain game PUBG, seperti yang dikeluarkan Al-Azhar International Center for Electronic Fatwa.

Komentar

Rekomendasi

Belum Cukup Setengah Hari, 38 Orang Dimakamkan karena Corona di DKI Jakarta

Pemprov Sulsel Kaji Dampak Korona di Industri Pariwisata dan Ekraf

Bupati Morowali Utara Meninggal di Makassar, Sempat Dites Covid-19

Bupati Morowali Utara Meninggal Dunia di RSUP Wahidin Makassar

Polisi Tangkap Warga yang Menolak Pemakaman Jenazah Pasien Terduga Corona

Viral, Driver Ojol Ini Lindungi Makanan Pesanan Pelanggan dari Semprotan Disinfektan

Hendak Kabur, Pasien Positif Corona Ini Pukul dan Gigit Perawat

Beredar Kabar 6 Penumpang Kapal dari Sulawesi Positif Corona, Ini Faktanya

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar