Hal ini dilakukan agar terjadi sosialisasi sekaligus pendataan penyintas covid-19 yang ingin mendonorkan plasmanya.
“Kita jemput bola. Begitu dinyatakan sembuh dari covid-19 dan bersedia mendonor, kita arahkan ke PMI untuk dilakukan pengecekan titer antibodi dan screening IMLTD. Kalau memenuhi syarat, langsung kita data sebagai pendonor,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati 2 periode ini juga berharap sosialisasi untuk mengajak para penyintas covid-19 harus lebih masif lagi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melibatkan Influencer – Influencer yang ada di media sosial.
“Gerakan ini sangat penting. Utamanya untuk membantu pasien yang terpapar covid-19 tetapi secara ekonomi kurang mampu karena kita tahu bahwa biaya pengganti produksi plasma ini memang cukup tinggi,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Indira Jusuf Ismail sebagai Ketua Relawan Sedekah Donor Plasma berharap agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar serta semakin banyak penyintas covid yang mau mendonorkan plasmanya.
“Ikhtiar ini adalah salah satu cara untuk membantu orang yang terpapar covid-19 agar dapat sembuh dari penyakitnyang dideritanya,” kata Indira yang juga adalah Ketua TP PKK Kota Makassar ini.
Menurutnya, sekalipun belum masif dilaksanakan dan disosialisasikan, gerakan ini ke depannya dapat menjadi besar karena memiliki anggota dari banyak kalangan.
“Selain beberapa profesional, ada juga dari pemerintah, Kadin, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), unsur media, serta relawan yang tergerak untuk bergabung, ke depannya juga ada kerjasama dengan PMI Sulawesi Selatan,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
