Terkini, Makassar – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, memperkenalkan nilai budaya lokal sebagai landasan kehidupan masyarakat dalam membangun hubungan yang setara dan saling menghargai.
Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Perwira Siswa (Pasis) Negara Sahabat Dikreg LIII Sesko TNI T.A. 2025 di Museum Istana Balla Lompoa, Selasa 10 Juni 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Gowa memperkenalkan dua nilai utama masyarakat Gowa, yaitu Siri’ na Pacce dan Sipakatau yang hingga kini tetap hidup dan menjadi pedoman sosial.
“Siri’ na Pacce adalah cermin harga diri dan empati kepada sesama manusia. Sipakatau adalah cara kami memperlakukan orang lain dengan selalu menjaga martabat kemanusiaan,” ungkapnya.
Bupati Gowa juga menyambut hangat kehadiran Pasis dari enam negara sahabat: Australia, India, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Arab Saudi.
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- SERABI 2026 Jadi Ajang Grab Edukasi UMKM Perempuan Kelola Bisnis Anti Boncos
- Melayani Tanpa Batas Waktu, Disdukcapil Jeneponto Buka Layanan di Hari Libur, Terbitkan 119 Dokumen
- Korban Penganiayaan di Tamalatea Terbaring Lemas, Diduga Pelaku Lebih dari 1 Orang, Kapolsek Bilang ini
- Kuliah Umum Prodi MHU UIN Alauddin Makassar Hadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI
Menurutnya, kehadiran mereka menjadi momen berharga untuk mempererat hubungan lintas bangsa melalui pendekatan budaya.
“Kami bangga dan merasa terhormat menerima kunjungan ini. Selamat datang di tanah yang menyimpan sejarah panjang peradaban Bangsa Indonesia,” ujar Talenrang.
Lanjut Talenrang, Kabupaten Gowa telah lama dikenal sebagai wilayah strategis dalam lintas sejarah dan ilmu pengetahuan.
Ia juga menambahkan bahwa Kabupaten Gowa juga memiliki sejarah panjang yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga telah menembus batas internasional melalui tokoh-tokoh besar yang lahir dari tanah ini.
“Kabupaten Gowa memiliki 3 Pahlawan Nasional, yaitu Sultan Hasanuddin yang dikenal karena keberaniannya. Syekh Yusuf yang dihormati di dua negara, Indonesia dan Afrika Selatan. Dan Karaeng Pattingalloang, sosok cendekia yang mewariskan ilmu pengetahuan dan pemikiran,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
