Bupati Gowa Minta Warga Mengungsi

Jembatan di dekat Bendungan Bili-bili, Kabupaten Gowa rusak dihantam air
Jembatan di dekat Bendungan Bili-bili, Kabupaten Gowa rusak dihantam air

Terkini.id, Gowa – Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan meminta warga yang bermukim di sekitar bendungan Bili-bili mengungsi. Karena kondisi bendungan sudah ditetapkan menjadi status waspada.

Ketinggian air bendungan sudah lebih 100 meter. Sehingga dilakukan pembukaan pintu air. Dampaknya, volume air banyak yang tumpah dan mengalir ke pemukiman warga di sekitar bendungan.

“Saya himbau agar masyarakat mengungsi dulu dari aliran hilir bendungan Bili-bili,” kata Bupati Adnan, Selasa 22 Januari 2019.

Adnan juga mengajak warga berdoa, agar curah hujan kembali normal. “Kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, Amin,” ungkap Adnan.

BMKG himbau warga waspada hujan lebat dan angin kencang

Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar MKG (BMKG) Wilayah IV Makassar Joharman menghimbau warga waspada terhadap hujan lebat dan angin kencang di Wilayah Pesisir Barat dan Selatan Sulawesi Selatan.

Dalam satu hari terakhir tercatat hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di Panaikang 122 mm, Maros 133 mm, Hasanuddin 197 mm, Gowa 101 mm, Paotere 84 mm. “Sedangkan kecepatan angin tertinggi tercatat di Paotere 32 Knot,” kata Joharman.

Curah hujan yang tinggi disebabkan oleh adanya daerah tekanan rendah di sekitar Laut Flores dan daerah konvergensi di wilayah Selat Makassar.

Selain itu suhu muka laut yang hangat di perairan Sulawesi Selatan dan kelembaban udara yang juga sangat tinggi menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan sangat signifikan di wilayah Sulawesi Selatan khususnya pesisir Barat .

Dalam beberapa hari kedepan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang diperkirakan masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian Barat meliputi Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kab. Pangkep, Kab. Barru, Kab, Gowa, dan wilayah Sulawesi Selatan bagian Selatan meliputi Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, dan Kepulauan Selayar.

Seiring dengan kondisi tersebut, masyarakat dihimbau agar mewaspadai bencana hidrometeorologi yang potensial terjadi dalam beberapa hari kedepan seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

Waspada gelombang tinggi di perairan Sulawesi Selatan

Selain itu masyarakat dihimbau agar mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Selatan. Gelombang dengan ketinggian 1.25 – 2.5 meter berpotensi terjadi di dan Teluk Bone bagian Utara, gelombang dengan ketinggian 2.5 – 4.0 meter berpotensi terjadi di Teluk Bone bagian Selatan.

Gelombang dengan ketinggian 4.0 – 6.0 meter berpotensi terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan barat Sulawesi Selatan, Perairan Kep. Sabalana, Perairan Kep. Selayar, dan Laut Flores.

“Antisipasi perlu dilakukan dalam menghadapi kondisi hujan lebat dan angin kencang, misalnya dengan membersihkan saluran-saluran air agar tidak terdapat genangan, pemangkasan pohon-pohon, dan lain sebagainya,” ungkap Joharman.

Berita Terkait
Komentar
Terkini