Meski ruang investasi semakin terbuka, Husniah menegaskan Pemerintah Kabupaten Gowa tetap akan melakukan perhitungan dan kajian terhadap wilayah yang dapat dikembangkan.
Sejumlah sektor berpotensi mendapat ruang pengembangan, mulai dari perumahan, pariwisata hingga sektor ekonomi lainnya.
“Kita tetap akan berhitung wilayah-wilayah mana yang akan kita masukkan dalam investasi. Misalnya perumahan, tempat wisata atau sektor lainnya juga bisa kita pertimbangkan pada wilayah-wilayah yang memang sudah ditentukan,” ujarnya.
Husniah optimistis kepastian tata ruang dan terbukanya peluang investasi dapat mempercepat pembangunan Kabupaten Gowa.
Ia bahkan meyakini Gowa memiliki peluang untuk berkembang sebagai kawasan metropolitan di wilayah selatan Sulawesi Selatan.
- Makassar Masuk Sembilan Besar Kota Toleran, Gerbang Moderasi Mulai Dibangun
- Dekranasda Gowa Pamerkan Produk Kriya dan UMKM Lokal di HUT Dekranas di TSM Makassar
- Wali Kota Munafri: Makassar Masuk 9 Besar Kota Toleran, Gerbang Moderasi Indonesia Jadi Penguat Kerukunan
- New Honda Vario eVO 160 Resmi Mengaspal di Sulsel, Harga Mulai Rp29,7 Juta
- Temu Pendidik Nusantara XIII Makassar--Gowa Hadirkan Ruang Berbagi Praktik Baik Ratusan Guru
“Yang jelas saya yakin dengan terbukanya peluang ini, Gowa bisa berkembang dan menjadi metropolitan di wilayah selatan,” tambahnya.
Masuknya investasi juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dengan capaian ini, saya yakin PAD akan bertambah karena investor bisa lebih mudah datang ke Gowa. Sudah ada ruang yang bisa dikembangkan oleh pengembang, sektor pariwisata dan lainnya,” harap Husniah.
Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan berbagai program prioritas pemerintah pusat membutuhkan ketersediaan tanah dan ruang. Namun, pemanfaatannya harus tetap menjaga keberlanjutan ekosistem.
“Program prioritas pemerintah membutuhkan tanah dan ruang, mulai dari swasembada pangan, swasembada energi, hilirisasi hingga program tiga juta rumah. Namun, dalam pelaksanaannya kita tetap harus menjaga ekosistem yang berkelanjutan,” jelas Nusron.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
