Terkini, Jeneponto – Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, menghadiri secara langsung acara penjemputan Tim Aksi Stop Stunting yang akan mulai bertugas di desa dan kelurahan lokus stunting se-Kabupaten Jeneponto, Senin, 28 Juli 2025. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya percepatan penanganan stunting yang menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan daerah.
Hadir, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Jeneponto, Kepala Dinas Kesehatan, beberapa Kadis lainnya, pengurus TP PPK Jeneponto, 21 TPGD.
Tim Aksi Stop Stunting yang dijemput terdiri dari berbagai elemen penting, yaitu Tenaga Pendamping Gizi Desa, Dokter, Kader Pendamping, Tim Penggerak PKK Desa, serta PKK Kabupaten. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan intervensi langsung yang terintegrasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi.

Dalam sambutannya, Bupati Jey, H Paris Yasir menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap seluruh anggota tim yang akan bertugas. Ia menekankan pentingnya kerja kolaboratif lintas sektor untuk menekan angka stunting di Jeneponto.
“Kita semua punya peran dalam menciptakan generasi sehat dan cerdas. Saya berharap tim ini menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, dan membawa perubahan nyata di desa dan kelurahan lokus,” kata Paris Yasir.
- Halal Bi Halal IKA Teknik Arsitektur UNHAS 2026: Silaturahmi, Olahraga, dan Kolaborasi dalam Satu Ruang
- Audisi Offline D'Academy 8 Hadir di Sulsel, Bidik Talenta Dangdut Muda
- Tim Renang Artistik Sulsel Segera Berangkat ke China Tanpa Dukungan Pendanaan KONI
- Kawal Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Catat Pertumbuhan 40 Persen Penyaluran di Indonesia Timur
- Hadiri HUT KPI Gereja Toraja, Wali Kota Munafri : Kota Makassar Dibangun dengan Semangat Kebersamaan
Kehadiran Tenaga Pendamping Gizi merupakan sebuah kehormatan dan penanda dimulainya sebuah ikhtiar besar dalam mewujudkan generasi penerus yang lebih sehat dan unggul di wilayah kita. Pemerintah Kabupaten Jeneponto menyadari sepenuhnya bahwa stunting merupakan permasalahan serius yang memerlukan penanganan komprehensif dan multidimensional.

“Dampak stunting tidak hanya terbatas pada aspek kesehatan fisik, namun juga memengaruhi kapasitas kognitif, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Oleh karena itu, percepatan penurunan stunting telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, Provinsi dan daerah. Atas dasar itulah, Kita semua mendukung penuh dan menyambut baik kehadiran Tim Aksi Stop Stunting (ASS) yang terhitung mulai hari ini akan bertugas Selama 90 hari di 21 Des dan Kelurahan Lokus Kita,” jelasnya.
Adapun Desa Lokus yang menjadi sasaran adalah :
1. Desa Beroanging
2. Kelurahan Bulujaya
3. Desa Borongtala
4. Desa Bontomatene
5. Des Paitana
6. Kelurahan Tolo Selatan
7. Desa Bonto Ujung
8. Desa Bontosunggu
9. Desa Bululoe
10. Desa Punagaya
11. Kelurahan Tolo’
12. Desa Pappalluang
13. Desa Gunung Silanu
14. Desa Pao
15. Desa Tarowang
16. Desa Kayuloe Barat
17. Desa Bungung Loe
18. Desa Bungeng
19. Desa Datara
20. Kelurahan Tonrokassi
21. Desa Balang Baru
“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi lintas sektor, pendekatan berbasis data, dan intervensi yang terarah, permasalahan stunting di desa lokus ini dapat kita tangani secara efektif. Bapak/Ibu sebagai tim yang akan bekerja di lapangan, membawa serta keahlian, dedikasi, dan semangat juang untuk mendampingi masyarakat kita,” pungkasnya.

Paris Yasir berharap, selama keberadaan Tim Aksi Stop Stunting di desa lokus, dapat terjalin sinergi yang kuat antara tim dengan seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, kader kesehatan, dan tokoh agama.
“Mari kita jadikan desa dan Kelurahan lokus ini sebagai model percontohan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kepada seluruh masyarakat desa lokus, saya menghimbau untuk memberikan dukungan penuh dan partisipasi aktif dalam setiap program yang akan dilaksanakan oleh Tim Aksi Stop Stunting. Keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada kesadaran dan komitmen kolektif kita,” ujarnya.
Selain itu, Paris Yasir juga meminta dukungan aktif dari masyarakat dan pemerintah desa agar program ini dapat berjalan maksimal. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya tugas petugas kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan penjemputan ini juga dirangkaikan dengan pembekalan singkat dan pelepasan tim ke wilayah tugas masing-masing. Dengan semangat kolaborasi, pemerintah Kabupaten Jeneponto optimis mampu menurunkan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
