Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang biasa disapa Cak Imin meminta Kementrian Agama (Kemenag) untuk membuka kembali izin Pesantren Shiddiqiyah. Ia mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan guna menyelamatkan masa depan santriwan dan santriwati Pondok Pesantren tersebut.

“Tim kemenag harus sgra turun ke Pesantren Sihiddiqiyyah Jombang dan memastikan semua harus berubah lebih baik, mengevaluasi kurikulum dan isi pelajaran dan nilai2 sosial yg diterapkan pesantren, selain memastikan hak2 santri, juga aturan yg tegas agar tidak terulang lagi kasus,” tulis Cak Imin pada akun Twitter @cakiminNOW Selasa 12 Juli 2022.
Cak Imin juga mengungkapkan banyak mendapat permintaan dari para wali santri serta pengurus pesantren terkait izin ponpes agar segera dipulihkan.
”Membaca permintaan wali santri dan pengurus Pesantren Shiddiqiyah Ploso, Jombang, Jawa Timur, saya minta pemerintah segera membentuk tim persiapan pemulihan izin kembali agar masa depan para santri tertangani,” kata Cak Imin di akun Twitter @cakiminnow, Senin 11 Juli 2022 melansir dari Kumparan.
Sebelumnya, Kemenag resmi mencabut izin operasional Ponpes Shiddiqiyyah yang berada Jombang, Jawa Timur. Namun, Cak Imin merasa pencabutan izin tersebut malah mengorbankan pihak-pihak yang kena getahnya.
- IAS Ikut Pembekalan Bakal Calon Gubernur Sulsel di PKB, Terima Arahan Cak Imin
- Bertemu Cak Imin, Andi Kartini Ottong: Langkah Membangun Koalisi Partai Golkar dan PKB
- Cak Imin Beberkan Tiga Syarat untuk Mendapatkan Rekomendasi Usungan PKB di Pilkada 2024
- Didatangi Prabowo, Cak Imin Ngaku Ingin Bekerja Sama, Sinyal Gabung Pemerintah?
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
“Jangan sebuah kejahatan mengorbankan semua yang tidak ikut bersalah,” jelas Cak Imin.
Cak Muhaimin mengatakan bahwa kasus dugaan pencabulan oleh (MSAT) alias Mas Bechi sebagai kasus personal sehingga tidak bisa dijadikan alasan untuk menutup izin operasional pesantren. Sebab, disana ada nasib ribuan santri yang tidak ada kaitannya dengan kasus hukum yang terjadi, melansir dari Politik Rmol.
Meski begitu, tak semua warga sependapat dengan permintaan Cak Imin. Salah seorang warganet pun memberikan argumen tentang permasalahan yang terjadi di Ponpes tersebut.
“Santri dijadikan tameng dan didalam pondok diajarkan untuk membela mati²an kepala pondoknya. Yang model gini gak layak utk dibuka lagi,” tulis akun Twitter @diazmr.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
