Masuk

Diminta Berkaca, Peneliti Ahli: Realistis Saja! Animo Masyarakat Tidak Tinggi pada Cak Imin

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin diminta untuk realistis dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal tersebut disampaikan oleh peneliti ahli utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro.

Cak Imin diminta berkaca dengan capaian elektabilitasnya di sejumlah lembaga survei.

Baca Juga: Anies Baswedan Bakal ke Makassar Sapa Masyarakat Sulsel 10-11 Desember 2022

Animo masyarakat tidak tinggi pada Cak Imin. Ya sebaiknya menjadi calon wakil presiden saja,” katanya, Senin, 20 Juni 2022.

Diketahui bahwa pertemuan Cak Imin dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menguatkan spekulasi bahwa keduanya bakal berduet di Pilpres mendatang.

Selanjutnya dijelaskannya bahwa kedua parpol tersebut sepakat  untuk mengusung masing-masing ketua umum.

Baca Juga: Bupati Wajo Sambut Kedatangan Wapres RI Dalam Rangka Pembukaan Muktamar As’adiyah XV

Menurut Siti Zuhro jika kedua sepakat maka yang paling realistis adalah Prabowo Subianto sebagai capres dan Cak Imin cawapres.

“Berdua itu sudah cukup kok untuk berkoalisi,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, jika PKB tetap memaksakan Cak Imin maju sebagai capres, maka kesempatan untuk menang pada Pilpres 2024 akan kecil.

Sebab menurutnya, baliho-baliho yang dipasang Cak Imin atau PKB sebagai salah satu bentuk sosialisasi dinilai belum mampu mendongkrak elektabilitas Cak Imin layaknya elektabilitas Prabowo Subianto.

Baca Juga: Heboh, Pernyataan Jokowi Seputar Pemimpin Rambut Putih, Denny Siregar: Bukan Ganjar, Bapak Rambutnya Hitam

“Jadi, menurut saya realistis saja. Karena animo masyarakat dari Sabang sampai Merauke tidak seperti yang diharapkan PKB,” jelas dia.

Meski begitu, secara hitung-hitungan apabila kedua nama tersebut disandingkan maka syarat ambang batas pencalonan 20 persen tercukupi.

Selanjutnya, jika koalisi Gerindra dan PKB terwujud dengan mengusung masing-masing ketua umum, Siti Zuhro melihat nama-nama seperti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan akan jadi tantangan tersendiri mengingat kedua figur tersebut memiliki elektabilitas tinggi di beberapa survei.