Terkini.id — Calon Wakil Bupati nomor urut 2, Aska Mappe menanggapi isu hoaks yang terus digulirkan kubu tertentu jelang pencoblosan yang tersisa kurang dari satu bulan lagi.
Pasangan petahana Suardi Saleh ini mengajak semua kandidat untuk menjadikan momentum Pilkada Barru sebagai panggung adu gagasan dan ide. Bukan menebar kebencian apalagi hoaks.
“Seharusnya momentum Pilkada diisi dengan cara berpolitik akal sehat, beradu gagasan. Dan sebagai calon pemimpin harus memberi contoh yang baik ke masyarakat. Bukan dengan cara-cara tidak benar untuk tumbangkan lawan,” kata Aska Mappe, Sabtu 14 November 2020.
Beberapa hari terakhir, isu miring terus dialamatkan kepada pasangan Suardi Saleh-Aska Mappe (SS-AK). Kubu rivalnya berusaha mendesak penyelenggara mengenai syarat pencalonan Aska.
Padahal mengacu pada surat keputusan, Aska justru sudah memenuhi syarat. Bahkan surat pengunduran dirinya sebagai polisi langsung ditandatangani Kapolri sebelum batas waktu yang ditentukan.
- Muzayyin Arif Minta Kubu Mufassir Tunjukkan Bukti Tanah Wakaf Pesantren yang Dijual
- Rural ICT Camp 2026 di Maros Dorong Teknologi Digital untuk Perkuat Ketahanan Pesisir
- Inovasi Rewata, Bupati Jeneponto Serahkan Adminduk Bayi Baru Lahir di RSUD Lanto Daeng Pasewang
- Pertanian Bone Bersiap Naik Kelas, Polbangtan Kementan Bawa Solusi SDM dan Teknologi
- 702 Batang Kayu Besi Ilegal Diselundupkan dari Buton, Gakkumhut Sulawesi Kantongi Nama Pemilik dan Pembeli
Hanya saja, kubu rivalnya terkesan sangat memaksakan melayangkan protes ke penyelenggara. Sampai-sampai memimpin aksi unjuk rasa di depan kantor penyelenggara di Barru.
Meski demikian, baik Suardi maupun Aska tak terpancing sama sekali. Justru selalu memberi pesan menyejukkan ke tim, relawan, masyarakat umum agar tetap menjaga suasana kondusif dan ketenteraman. Termasuk tetap fokus melakukan sosialisasi.
Aska menilai, masyarakat Kabupaten Barru sudah cerdas dalam politik sehingga tidak akan mudah terpengaruh oleh isu yang tidak benar. Sebaliknya, kata dia, jika seorang calon pemimpin terlalu ambisius maka akan sangat mudah ditinggalkan masyarakat yang notabene penentu dalam Pilkada.
“Ayolah, jangan kita saling menuding hal-hal yang tidak benar. Apalagi masyarakat itu sudah tahu mana yang benar dan salah. Janganlah digiring seakan-akan masyarakat itu tidak tahu apa-apa. Apalagi dalam memilih pemimpin, tentu warga sudah tahu,” imbaunya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
