Terkini.id, Makassar – Rencana pemasangan jaringan kabel listrik bawah laut di Pulau Laelae Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar terus mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Datangnya bukan hanya dari masyarakat saja melainkan juga datang dari pejabat setempat yakni Camat Ujung Pandang yang baru, Andi Badi Sommeng.
Selain rencana pemasangan listrik bawah laut, Camat Ujung Pandang, Andi Badi Sommeng juga menyambut baik atas rencana untuk menata pulau Laelae dengan cara mereklamasi pulau Lae-lae seluas 12 hektar.

Hal itu dilakukan juga tentunya untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Camat Ujung Pandang, Andi Badi Sommeng menyambut dan mengapresiasi atas rencana yang akan dilakukan bapak Gubernur Sulawesi Selatan dan Pemkot Makassar.
- Semarak HUT ke-102, Perumda Air Minum Makassar Kolaborasi dengan Karang Taruna Gelar Donor Darah
- Tidak Ada Kerugian Negara, Dua Karyawan Bank Sulselbar Tetap Divonis Korupsi
- SMA Unggulan KKSS Bone Rintisan Andi Amran Sulaeman Luncurkan English Foundation Program
- Permintaan Tukar Tambah Toyota Baru Meningkat, Kalla Toyota Trust Bukukan Rekor Penjualan Mobil Bekas pada Juli 2026
- PT TRK Diduga Gunakan Hauling dan Stockpile secara Ilegal, Koalisi Pemerhati Tambang Kolaka Raya Minta Antam Buka Peta IUP
“Ya sangat memberikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana tersebut, semoga dapat terealisasi dengan baik,”katanya.
Dan tidak kalah menariknya lagi kata Andi Badi Sommeng adalah bapak Gubernur Sulawesi Selatan akan menyiapkan pusat-pusat kuliner yang nantinya akan dikelola oleh masyarakat pulau ini sendiri.
“Kami sekali lagi menyampaikan bahwa apa yang direncanakan oleh Pak Gubernur dan pemerintah kota Makassar untuk pengembangan dan penataan Pulau Laelae itu tentu untuk kesejahteraan masyarakat setempat juga,” bebernya.
Diketahui sebelumnya bahwa isu terkait rencana pemasangan jaringan listrik bawa laut di Pulau Laelae kemudian dilanjutkan ke Pulau Samalona, Barrang Lompo, Barrang Caddi, serta Pulau Kodingareng itu disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah saat menyampaikan sambutannya di hadapan masyarakat Pulau Laelae, Sabtu 12 September 2020.

Terkait soal penataan Pulau Lae-lae dengan melakukan reklamasi lahan seluas 12 hektar untuk ditata dan pembangunan pusat kuliner seafood.
“Dan itu diharapkan bisa menjadi pemicu ekonomi masyarakat di Lae-lae dan memberdayakan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Terkait adanya isu soal masyarkat pulau Laelae akan dipindahkan, Gubernur Sulawesi Selatan menekankan bahwa masyakarat sama sekali tidak dipindahkan, justru masyarakat diberdayakan.
“Jadi pemerintah tidak ada pemikiran sedikit pun untuk memindahkan. Bahkan akan kita tata ini menjadi sebuah kearifan lokal, jadi masyarakat bisa diberdayakan di sini,” jelas mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
