Terkini.id – Satu tahun sudah pandemi Covid-19 berlangsung secara global. Banyak sektor strategis yang mendapatkan pukulan kuat di berbagai negara, salah satunya adalah sektor pariwisata.
Di Indonesia sendiri, stagnansi industri pariwisata sangat terasa khususnya pada awal berlangsungnya pandemi, dan berangsur membaik ketika Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) mulai dilaksanakan di beberapa daerah.
Walaupun beberapa obyek wisata sudah mulai dibuka secara bertahap dan beberapa destinasi mulai didapati adanya kenaikan kunjungan wisatawan terutama pada daerah wisata yang sudah memiliki tingkat status zona hijau, namun situasi ini belum berlangsung secara umum di berbagai daerah di Indonesia.
Melihat realitas ini, maka adaptasi bagi para pihak yang bergelut disektor pariwisata, baik pemerintah daerah, ataupun di tataran akar rumput seperti para pelaku pariwisata yang meliputi pemandu, pengelola destinasi wisata dan juga pelaku UMKM di sekitar lokasi wisata.
Mereka perlu mencari celah agar sektor pariwisata dapat dipulihkan secara cepat, sehingga perekonomian terutama di daerah dapat terus berjalan.
- Peduli Kemanusiaan, PLN UID Sulselrabar Kembali Menggelar Donor Darah
- Okayama University Apresiasi Inisiatif UNM dalam Pengembangan Edukasi dan Inovasi Konstruksi
- Hari Pelanggan Nasional 2026, Kalla Aspal Perkuat Kolaborasi Hadapi Dinamika Industri
- OJK Dorong Inklusi Keuangan Petani Rumput Laut Sulsel Lewat Platform e-Seaweed
- Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Dikabarkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
Salah satu yang dapat dimanfaatkan dalam upaya pemulihan sektor pariwisata adalah melalui dukungan teknologi.
Inovasi virtual tour adalah salah satu bentuk inovasi dengan memanfaatkan teknologi yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah sebagai upaya pemulihan sektor pariwisata di masa pandemi ini.
Selain berpotensi untuk membuka peluang ekonomi bagi para pemandu wisata, virtual tour memungkinkan adanya promosi daya tarik wisata daerah yang dikemas secara daring untuk memperkenalkan sejarah, budaya ataupun wisata alam secara aman kepada masyarakat.
Dengan kata lain, pemerintah daerah dapat tetap aktif melakukan promosi daya tarik wisata secara daring, meskipun wisata offline belum dapat sepenuhnya dibuka kembali.
United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) yang merupakan asosiasi kota dan pemerintah daerah di kawasan Asia Pasifik turut mendukung pemerintah daerah yang memiliki peran penting dalam upaya pemulihan industri pariwisata melalui program LOCALISE SDGs.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
