Cerita Saut Situmorang yang Batal Mundur dari KPK

Saut Situmorang
Saut Situmorang. (Foto: Tribunnews)

Terkini.id, Jakarta – Saut Situmorang sebelumnya ramai dibicarakan lantaran mengundurkan diri dari posisinya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kini, Saut menerangkan bahwa dirinya tidak mengundurkan diri. Dia pun mengaku ingin menuntaskan tugaskan sebelum periode jabatan berakhir.

Menurut Saut, pengunduran dirinya sebagai Wakil Ketua KPK tersebut baru disampaikannya ke internal KPK.

Saut kemudian menerangkan bahwa keputusannya mengundurkan diri merupakan hasil akumulasi dari pemikirannya selama menjabat di KPK. Saut pun menampik jika pengunduran dirinya terkait dengan hasil pemilihan pimpinan KPK.

“Kemarin kan saya sepertinya dinilai itu enggak terima hasil Pansel, Capim. Enggak. Saya katakan nothing personal buat mereka semua, enggak ada yang persoalan di situ. Itu kan (keputusan pengunduran diri dari KPK) merupakam akumulasi pemikiran saya, gitu,” katanya di Taman Bacaan Masyarakat Mata Aksara, Sleman, seperti dilansir dari merdekacom, Sabtu 14 September 2019.

Saut mengungkapkam, surat pengunduran diri tersebut dibuat cuma ditujukan untuk internal KPK.

Hanya saja, surat pengunduran diri yang dikirimkan lewat email ke semua pegawai KPK itu beredar hingga ke masyarakat luas.

Saat ini tak akan lagi membahas pengunduran dirinya dari KPK. Saut justru ingin bisa merampungkan sejumlah kasus yang saat ini masih ditangani oleh KPK.

“Jadi isunya sekarang, saya pribadi bukan mundur atau tidak mundur. Tapi bagaimana kami bisa menyelesaikan sisa pekerjaan yang sudah hampir matang di beberapa kasus bisa kami tindaklanjuti,” tegas Saut.

“Tapi saya cenderung melihat ada banyak persoalan lagi seperti disampaikan Bu Basaria, Pak Agus dan Pak Laode. Banyak pekerjaan yang harus kita bereskan termasuk nanti Senin kita melantik Sekjen, terus Direktur Penuntutan juga kemudian Deputi Penindakannya,” tutup Saut lagi.

Sempat Umumkan Mundur Mulai Senin

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan mengundurkan diri. Hal itu sesuai dengan pesan Saut untuk internal KPK yang beredar di kalangan wartawan.

“Saudara saudara yang terkasih dalam nama Tuhan yang mengasihi kita semua, izinkan saya bersama ini menyampaikan beberapa hal sehubungan dengan pengunduran diri saya sebagai Pimpinan KPK terhitung mulai Senin 16 September 2019 (masih ada dua kegiatan lagi di Yogya Sabtu Minggu14/15 Sept 2019 – Jelajah Dongeng anti korupsi),” kata Saut mengawali tulisan dalam pesan kepada internal itu, Jumat 13 September 2019.

Salah satu sumber di KPK saat dikonfirmasi oleh merdeka.com membenarkan ihwal pesan dari Saut yang dikirim lewat email itu. “Benar, ada ucapannya di email,” katanya.

Sementara Saut tidak bisa dihubungi saat akan dikonfirmasi. Pesan Whatsapp yang dikirimkan Saut hanya centang satu.

Saut merupakan salah satu pimpinan yang protes dengan capim KPK Firli Bahuri. Firli diduga bermasalah karena melanggar etik. Namun, Komisi III memilih Firli bahkan menjadi ketua KPK.

Saut pun mengumumkan pelanggaran etik Firli. Kesimpulan itu diperoleh setelah Direktorat Pengawasan Internal KPK merampungkan pemeriksaan yang dilakukan sejak 21 September 2018. Hasil pemeriksaan disampaikan kepada Pimpinan KPK tertanggal 23 Januari 2019.

Berita Terkait
Komentar
Terkini