Kelompok Deklarasi Anies Capres Pasang Bendera HTI Lalu Ribut, Chusnul: Basi, Biar Terkesan Anies Gak Terkait HTI

Kelompok Deklarasi Anies Capres Pasang Bendera HTI Lalu Ribut, Chusnul: Basi, Biar Terkesan Anies Gak Terkait HTI

R
Ainur Roofiqi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta- Pegiat media sosial Chusnul Chotimah baru-baru ini melontarkan komentar pedas terkait deklarasi Anies Capres 2024-2029. 

Chusnul Chotimah mengomentari sebuah kelompok yang baru saja menggelar deklarasi Anies Capres untuk periode 2024-2029. 

Komentar Chusnul Chotimah tertuju pada sebuah keributan akibat pemasangan bendera HTI saat gelaran deklarasi. 

Chusnul mengunggah komentarnya melalui akun Twitter pribadinya, sebagaiman dilihat pada Rabu 8 Juni 2022. 

Dalam unggahannya, Chusnul mengatakan bahwa kelompok yang mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres memasang bendera HTI lalu meributkannya. 

Baca Juga

“Kemarin terkait FPI, sekarang terkait HTI. Mereka yg pasang benderanya, terus mereka juga yg ribut, basi,” tulis Chusnul. 

Melalui tulisannya, Chusnul menyebutkan tujuan dari kejadian pemasangan bendera HTI sampai keributan sesama kelompok deklarasi Anies. 

Menurut Chusnul, peristiwa tersebut bertujuan untuk memberikan kesan bahwa Anies Baswedan tidak terkait dengan kelompok HTI dan FPI. 

“Tujuannya biar viral dan terkesan Anies ga terkait dgn HTI dan FPI,” terang Chusnul. 

Lebh lanjut, Chusnul menyinggung pihak Kadrun dengan mengatakan bahwa pihaknya tengah bekerja keras membersihkan Anies dari diri mereka sendiri. 

“Kadrun lagi kerja keras bersihkan Anies dari diri mereka sendiri,” ujarnya.

“Hina banget,” pungkasnya.

Kelompok Deklarasi Anies Capres Pasang Bendera HTI Lalu Ribut, Chusnul: Basi, Biar Terkesan Anies Gak Terkait HTI
(Twitter/ChusnulCh_)

Adapun kelompok yang mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi capres bernama “Majelis Sang Presiden Kami”, sebagaimaa dilansir dari detik.com. 

Acara deklarasi Anies sebagai capres diselenggarakan di salah satu hotel di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu 8 Juni 2022. 

Dalam acara tersebut sempat terpajang empat bendera berkalimat tauhid hitam dan putih di panggung acara. Bendera tersebut dipasang peserta dengan disandingkan bersama bendera merah putih.

Bendera tersebut terpajang dari sebelum acara dimulai. Namun, sebelum acara dimulai sempat ada ketegangan karena panitia meminta agar bendera berkalimat tauhid yang dipasang peserta itu diturunkan.

Panitia yang meminta bendera tersebut diturunkan menyebut bendera tauhid hitam putih itu sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Diketahui, HTI sebagai ormas sudah resmi dilarang di Indonesia.

Sebelum acara dimulai, sempat ada ketegangan antarpanitia dan peserta. Mereka saling berteriak satu sama lain.

“Itu kalau mau lepas, ana umat islam!” teriaknya.

Dia mengatakan pemasangan bendera tersebut akan mencoreng Anies Baswedan. Selain itu, pemasangan bendera itu ditakutkan akan membuat persepsi yang keliru.

“Antum sayang Pak Anies? Kita nggak mau Pak Anies kejebak,” teriaknya.

“Jangan sangkut pautin bendera tauhid itu bendera HTI,” balasnya.

“Saya bilang, kami nggak mau Pak Anies terjebak gegara bendera itu!” sambungnya.

Kini, keempat bendera tersebut telah diturunkan oleh pihak panitia. Tak ada lagi bendera HTI bertuliskan tauhid di lokasi ini, hanya tersisa bendera merah putih Republik Indonesia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.