Corona Mengalir Sampai Jauh, Ini 15 titik Penyebaran Covid-19 di Indonesia yang Perlu Anda Tahu

Positif Corona
Pasien positif Corona di Indonesia. (Foto: Tirto)

Terkini.id, Jakarta – Seorang netizen, Mardiyah Chamim, menghimpun berbagai informasi yang diambil dari berbagai media -termasuk Majalah Tempo dan menyampaikan paling tidak 15 klaster penyebaran corona di Indonesia.

Berbagai klaster penyebaran Corona di Indonesia adalah berupa acara pengumpulan massa seperti Ijtimak Jamaah Tablig di Gowa, Seminar Tanpa Riba hingga persidangan Majelis Sinode Gereja di Bogor.

Berikut selengkapnya postingan Mardiyah Chamim terkait klaster penyebaran Covid-19 di Indonesia:

“Jangan mudik, ya! Jangan ngumpul-ngumpul dulu. Lebaran kita di rumah aja.”
“Ah, Kang Jubir Pemerintah bilang boleh mudik kok. Asal tertib.”

Belakangan, Kang Jubir Pemerintah Fadjroel Rachman meralat ucapan itu. Sebuah ralat yang tetap kurang meyakinkan. Pasalnya, sejauh ini belum ada penjelasan keroyokan antara para kepala daerah dan pemerintah pusat tentang bagaimana strategi antisipasi mudik lebaran 2020 ini. Kalau cuma melarang tanpa eksyen dan panduan jelas, terutama soal beratnya biaya hidup di masa badai corona ini, ya susahlah ya.

Baca juga:

Betul, skema bantuan finansial untuk masyarakat yang terdampak sudah diumumkan Presiden Joko Widodo. Tinggal eksekusi nyatanya yang ditunggu, termasuk tentang bagaimana membantu desa-desa yang sudah telanjur kebanjiran ODP (orang dalam pantauan) perantau dari Jakarta beberapa pekan terakhir.

Sambil menunggu strategi teknis mencegah arus mudik, juga penananganan dampak ekonomi, saya iseng-iseng membuat daftar. Yakni pertemuan apa saja yang kemudian berkembang menjadi klaster penyebaran. Virus corona, dengan spike atau tanduk-tanduk tajamnya, menyebar menebar gering antara lain dalam berbagai klaster ini.

Seperti kita ketahui, beberapa pertemuan yang terbukti menjadi kluster signifikan penyebaran corona ini terjadi pada akhir Februari dan awal Maret 2020. Itulah saat-saat pemerintah masih denial, masih meremehkan kegawatan Corona dalam berbagai bentuk, sehingga tidak ada alarm bagi masyarakat. Akibatnya, pertemuan-pertemuan besar pun nyaman terselenggara.

Kita akan lihat betapa virus ini menyebar cepat dan mengalir sampai jauuuuuhhhh.

Tujuan saya menulis ini bukan untuk menakut-nakuti khalayak, tapi hanya dengan melihat kenyataan pahit ini kita benar-benar bisa menghindari bencana yang lebih buruk.

Sebisa mungkin mari bersama mencegah arus mudik, yang bakal menjadi perantara virus menyebar lebih luas dan lebih jauh lagi. Jangan sampai kegembiraan mudik justru menuai air mata kesedihan. Di Ciamis, menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, ada nenek yang dibawa ke rumah sakit setelah ditengok cucu yang pulang dari Jakarta. Sang cucu, tanpa disadari, ternyata membawa oleh-oleh virus corona.

Saya tidak berpretensi bahwa ini daftar yang canggih. Ini daftar ala kadarnya, jauh dari lengkap. Masih banyak klaster di luar sana. Saya menyusun ini semata agar kita tahu bahwa data bukan sekadar angka. Ada cerita di balik setiap kasus positif Covid19, kisah yang mengingatan kita untuk serius memutus rantai penularan, termasuk dengan cara tidak mudik di libur lebaran kali ini.

Kita mulai ya. Data saya kumpulkan dari berbagai media, termasuk Majalah Tempo, edisi 28 Maret 2020, dan melototin berbagai portal berita (Tempo, Kompas, The Jakarta Post, Kumparan, Tirto, Tribun, Jawa Pos, Republika, Tabloid Jubi, dll) juga penjelasan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam pertemuan virtual dengan Wapres KH Ma’ruf Amin.

1. Persidangan Majelis Sinode Tahunan Gereja GPIB, 26-29 Februari 2020, Hotel Aston, Bogor, dihadiri 700 orang

Seorang pendeta dari Batam hadir di acara ini. Sang pendeta pulang ke Batam dan sakit. Pada 19 Maret, tes membuktikan sang pendeta positif corona dan, 22 Maret, sang pendeta meninggal.

Kini, 77 warga Batam yang berkontak langsung dengan pendeta tersebut dikarantina.

Beberapa peserta Sinode GPIB juga melaporkan positif corona. Mereka yang dilaporkan positif ini ada yang dari Bekasi, Lampung, dan Kutai Timur. Tapi, sepertinya belum semua 700 peserta Sinode GPIB dites (atau mungkin sudah tetapi tidak diberitakan di media).

Pada pertemuan itu juga ada beberapa pejabat hadir, yakni Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Walikota Bogor Bima Arya. Hasil tes menyebutkan Bambang Soesatyo negatif corona.

Namun, Bima Arya positif terinfeksi, mungkin dari pertemuan di Bogor atau bisa jadi dia terinfeksi saat perjalanan ke Turki dan Azerbaijan, pertengahan Maret. Seorang dokter, yakni dr. Budi, meninggal akibat corona setelah menjemput Bima Arya dari kunjungan ke luar negeri.

2. Seminar Masyarakat Tanpa Riba, Hotel Darmawan Park, Sentul, Bogor, 25-28 Februari 2020

Berbagai pemberitaan menyebutkan peserta seminar ini datang dari berbagai kota, termasuk Solo, Samarinda, Lampung. Berita Tempo.co menyebutkan bahwa dua pasien positif corona di Solo dan Magetan adalah pasangan suami-istri yang menghadiri seminar antiriba di Bogor, lalu pulang dan menulari keluarga dan kerabat.

3. Seminar Gereja Bethel Indonesia (GBI), Bandung, 3-5 Maret 2020

Acara ini dihadiri 2.000 peserta dan belakangan terbukti menjadi kluster yang signifikan. Lebih dari lima pendeta yang mengikuti seminar ini dikabarkan meninggal. Rapid test yang dilakukan Pemprov Jawa Barat, dari 600-an sampel terbukti yang positif ada 226 orang.

Penyebaran yang cukup masif ini, menurut keterangan teman di Garut, antara lain karena ada jemaat Gereja Bethel di Garut yang beramai-ramai mengendarai satu bus membezuk pendeta yang sakit.

4. Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Jawa Barat, di Hotel Swiss-Bellin, Karawang, 9-10 Maret 2020

Pertemuan ini dihadiri 400 orang, termasuk para pejabat seperti Ridwan Kamil, Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana, dan Bupati Karawang Cecilia Nurrachadiania. Tes menunjukkan Ridwan Kamil negatif corona. Yana Mulaya dan Cecilia positif terinfeksi corona. Yana mengumumkan sudah sembuh pada 27 Maret 2020.

Yang juga patut diselusuri, lima hari sebelum Musda HIPMI ini, Cecilia Sudah batuk-batuk di podium saat melantik kepala desa sekabupaten Karawang. Bagaimana status kesehatan hadirin pelatikan kepala desa tersebut?

Bupati Cecilia kemudian menghadiri Kongres Partai Demokrat, 14 Maret 2020. Semoga tidak ada rantai penularan di acara ini. Rapid test peserta Kongres Partai Demokrat menunjukkan hasi negatif.

5. Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, 20 Maret 2020

Acara ini sudah dibatalkan oleh polisi dan panitia, tapi diperkirakan ada 8.000 peserta masih berdatangan dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri. Belakangan, Dinas Kesehatan Kaltim, melaporkan ada 6 peserta ijtima ulama yang positif corona.

Dari Semarang juga diberitakan, ada empat ODP yang adalah mantan peserta ijtima ulama di Gowa. Lalu, di Lombok, NTB, diberitakan seorang peserta ijtima ulama di Gowa positif terinfeksi virus corona.

6. Penahbisan Uskup di Ruteng, NTT, 19 Maret 2020

Kendati Sudah diperingatkan banyak pihak, acara Penahbisan Uskup Ruteng, NTT, ini tetap digelar dan dihadiri banyak orang. Namun demikian, sampai kini NTT juga masih mencatat zero (nol) kasus positif corona di seantero provinsi.

7. Covid19 di Tanah Papua

Neville Mustika, Juru bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid19 Kabupaten Merauke, menyatakan ada dua pasien positif Covid19 dirawat di RSUD Merauke. Keduanya adalah suami-istri yang baru pulang dari Timika, menengok pasien Covid19 di sana.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, pasien 01 dideteksi ada di Mimika. Pasien ini berinisiatif melakukan isolasi mandiri di hotel, sebelum akhirnya dirawat di rumah sakit. Selama di hotel, ada 10 orang yang berhubungan erat dengan pasien 01 dan semuanya kini sudah diisolasi.

Kemudian, ada juga pasien positif di Mimika, yang adalah seorang tokoh agama, yang jatuh sakit dan meninggal pada 16 Maret. Waktu itu belum diketahui atau dicurigai apakah yang bersangkutan positif Covid19. Setelah ada pengumuman bahwa ada 226 jamaah GBI di Lembang yang positif Covid19, barulah petugas menelusuri riwayat perjalanan sang tokoh agama. Ternyata sang pendeta juga mengikuti seminar GBI, awal Maret 2020, tersebut.

Dinas Kesehatan Mimika menelusuri riwayat kontak bapak pendeta, 36 orang tersebar dari Mapurujaya hingga Timika. Begitulah, virus corona berjalan ribuan kilometer dari Bogor hingga pegunungan di Papua.

Per 3 April ini, menurut Tabloid Jubi, total kasus positif Covid19 di Papua ada 16 orang, tiga di antaranya telah sembuh, dan satu orang meninggal.

8. Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), Lembaga Pendidikan Kepolisian, Sukabumi

Berawal dari kabar bahwa ada siswa yang sakit Covid19, Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan agar dilakukan tes cepat di Setukpa Sukabumi. Tes dilakukan pada akhir Maret 2020 dan terbukti ada 300 siswa, atau 20 persen dari 1.500 siswa Setukpa, yang positif. Entahlah, dari mana asal mula penularan. Harus ada evaluasi mendasar dan isolasi ketat di Setukpa, juga di sekolah-sekolah kedinasan yang lain.

9. Pelatihan Petugas Haji Kanwil Jatim Surabaya, 9-18 Maret 2020

Kohar Hari Santosa, salah satu petugas Gugus Covid19 Jatim, melaporkan total ada 19 kasus positif corona virus yang terkait pelatihan tenaga haji di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya.

Ke-19 orang yang positif corona virus tersebut yang paling banyak, yakni 10 orang, berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Enam orang di antaranya adalah petugas kesehatan, dua lainnya adalah tenaga kesehatan, dan dua orang lainnya tertular dari peserta pelatihan. Lalu, dari Kediri ada 2 orang, Lumajang 1 orang, Blitar 1 orang, Madiun 1 orang, Nganjuk 4 orang, dan Surabaya 2 orang yang terinfeksi corona.

Jumat malam, 3 April 2020, Kepala Kantor Depag Kota Blitar, yg menjadi peserta pelatihan di Asrama Haji, meninggal.

10. Masjid Jami, Kebon Jeruk, Tamansari, Jakarta

Ada tiga jamaah yang positif Covid19 sepulang dari Jamaah Tabligh di Seri Petaling, Malaysia. Hal ini membuat Camat Tamansari mengkarantina 144 jamaah (per 31 Maret 2020); 39 jamaah dibawa ke Wisma Atlet untuk perawatan lebih lanjut.

11. Jamaah Tabligh di Malaysia asal Tanjungpinang

Lima dari 16 orang peserta Jamaah Tabligh di Malaysia, 1 Maret 2020, asal Tanjungpinang, positif Covid19.

12. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Tirto menulis tentang rincian aktivitas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di hari-hari sebelum Pak Menteri dinyatakan positiv Covid19, pada 14 Maret 2020. Ada empat pertemuan yang kemungkinan membawa aliran virus corona.

Pertama, 23 Februari 2020, Menteri Budi meninjau Proyek Kereta Cepat di Purwakarta dan Rancaekek, Jawa Barat, pada 23 Februari 2020. Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri hadir di acara ini.

Kedua, 27 Februari 2020, menghadiri pameran Arch.id, yang juga dihadiri Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Ahmad Djuhara.

Ketiga, 1-2 Maret 2020, Menteri Budi menjemput anak buah kapal Diamond Princess di Bandara Kertajati, yang mungkin carrier (pembawa) virus corona.

Keempat, pada 11 Maret, Menteri Budi menghadiri rapat kabinet di Istana.

Dari rangkaian keempat pertemuan di atas, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri kemudian dilaporkan positif Covid19 dan menjalani perawatan di rumah sakit. Ketua IAI Ahmad Djuhara menjalani tes di RSPI Sulianti Suroso, pada 18 Maret 2020, tetapi meninggal pada 22 Maret 2020.

Dari rapat kabinet, Presiden Jokowi memerintahkan seluruh menteri menjalani tes di RSPAD Gatot Subroto. Hasil tes tidak diumumkan kepada publik.

14. Gaikindo Commercial Vehicle Expo, 5-8 Maret 2020, di JCC

Pada pertemuan ini tampak Harjanto, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi & Elektronika Kementerian Perindustrian, berfoto bersama Amir Sambodo, Staf Khusus Menteri Perindustrian, dan dua orang lainnya. Harjanto meninggal pada 23 Maret dan Amir Sambodo menghembuskan nafas terakhir pada 24 Maret 2020. Keduanya meninggal sebelum bisa dipastikan terinfeksi corona virus atau tidak.

14. Gelombang TKI yang dipulangkan dari Malaysia di Riau dan Makassar

15. Perantau di Jakarta yang telah mudik ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dalam beberapa pekan terakhir

Kedua klaster terakhir, yakni nomor 14 dan 15, belum ada pemberitaan yang konkret mengenai dampaknya.

Begitulah, teman-teman. Virus corona dengan mudah berpindah tempat, menyebar tak hanya di kota-kota besar, tapi juga di daerah-daerah. Blitar, Kediri, Sukabumi, Ciamis, tak kebal dari virus, gaes.

Virus tak kenal batas teritori, tidak pilah-pilih desa atau kota. Dia menumpang pada tubuh manusia. Virus tidak menular, manusia yang menularkan lewat pertukaran droplet atau percikan air ludah.

Jadi, jangan mudik dulu, yesss!

#JanganMudikDulu
(mardiyah chamim)

CORONA MENGALIR SAMPAI JAUH“Jangan mudik, ya! Jangan ngumpul-ngumpul dulu. Lebaran kita di rumah aja." “Ah, Kang…

Dikirim oleh Mardiyah Chamim pada Sabtu, 04 April 2020

Komentar

Rekomendasi

Kabur dari RS, Pasien Corona Ini Mengaku Sering Diganggu Makhluk Halus Tiap Malam

Alasan Aktor Dwi Sasono Konsumsi Narkoba, Isi Waktu Kosong Selama Pandemi Covid-19

Ditilang Polisi Gegara Diduga Mabuk, Pemuda Ini Malah Tuduh Motornya yang Salah

Kritik Penangkapan Ruslan Buton, Refly Harun: Tidak Ada Salahnya Meminta Presiden Mundur

Batalyon A Pelopor Brimob Berbagi Sembako di Hari Lahir Pancasila

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar