Cuaca Ekstrem di Makassar: Sekolah Diliburkan, Guru Tetap Siaga

Cuaca Ekstrem di Makassar: Sekolah Diliburkan, Guru Tetap Siaga

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini, Makassar – Hujan deras dan angin kencang yang tak kunjung reda memaksa Dinas Pendidikan Kota Makassar mengambil langkah cepat. Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Muhyiddin, mengumumkan aktivitas belajar mengajar di seluruh sekolah dihentikan sementara. Keputusan ini berlaku untuk jenjang PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta, demi memastikan keselamatan siswa di tengah ancaman cuaca ekstrem yang melanda.

“Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat kami memutuskan agar siswa belajar dari rumah, terutama bagi sekolah yang terdampak banjir. Ini dilakukan sambil menunggu penerimaan rapor,” ujar Muhyiddin kepada Terkini.

Dampak Cuaca Ekstrem: Sekolah Terendam dan Infrastruktur Rusak

Penghentian kegiatan belajar ini bukan tanpa alasan. Data Dinas Pendidikan menyebutkan sejumlah sekolah mengalami dampak langsung akibat cuaca buruk, terutama di kawasan rendah dan dekat pantai. Sekolah seperti SMP Negeri 19 dan SMP Negeri 26 dilaporkan menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Di kedua sekolah ini, air sudah mencapai ruang kelas, menghambat aktivitas pendidikan. Tak hanya itu, angin kencang juga dilaporkan merusak beberapa fasilitas sekolah, seperti atap dan pagar.

Kondisi serupa terjadi di sejumlah sekolah lain di pesisir Makassar, di mana banjir mulai merendam halaman dan ruang kelas. Situasi ini membuat proses belajar mengajar mustahil dilakukan tanpa membahayakan siswa dan staf pengajar.

Posko Siaga di Sekolah: Antisipasi Bencana Lebih Luas

Baca Juga

Untuk memastikan situasi terkendali, Dinas Pendidikan Kota Makassar telah membentuk posko siaga di tingkat dinas dan sekolah. Muhyiddin menginstruksikan setiap kepala sekolah untuk mendirikan posko darurat guna memantau perkembangan kondisi harian.

“Saya sudah memerintahkan kepala sekolah untuk mendirikan posko di setiap sekolah dan melaporkan kondisi harian. Kami juga meminta semua sekolah mengamankan aset penting ke tempat yang lebih aman agar tidak rusak akibat banjir atau angin kencang,” jelasnya.

Belajar dari Rumah, Guru Tetap Bertugas

Kendati siswa diminta untuk belajar dari rumah, Muhyiddin menegaskan bahwa kepala sekolah, guru, dan staf sekolah tetap wajib hadir di sekolah. Tugas mereka adalah memastikan keamanan fasilitas pendidikan dan mengantisipasi segala potensi bahaya yang bisa muncul.

“Yang diliburkan hanya kegiatan belajar siswa. Kepala sekolah, guru, dan staf tetap harus siaga di sekolah. Mereka bertanggung jawab memastikan sekolah aman dan memantau perkembangan situasi cuaca,” tegas Muhyiddin.

Menurut pantauan Terkini, beberapa sekolah telah menerapkan langkah mitigasi. Di SMP Negeri 19, misalnya, sejumlah meja dan peralatan elektronik dipindahkan ke ruang yang lebih tinggi. Di beberapa sekolah lainnya, pagar dan dinding diperkuat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut akibat derasnya arus banjir.

Peringatan Keras bagi Orang Tua: Jangan Biarkan Anak Bermain di Genangan Air

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.