Terkini, Makassar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Selatan hari ini. Hampir seluruh wilayah provinsi diprediksi akan diguyur hujan ringan hingga sedang, dengan ancaman angin kencang dan kilat yang dapat mengganggu aktivitas warga.
Di wilayah pesisir, gelombang tinggi juga diperkirakan mengancam aktivitas perairan.
Pagi hingga Sore: Hujan Mengintai, Langit Berawan
Sejak pagi, BMKG mencatat potensi hujan ringan hingga sedang di hampir semua wilayah Sulawesi Selatan. Hanya beberapa daerah seperti Toraja Utara, Pinrang, Palopo, Wajo, dan Bone yang diperkirakan cerah berawan.
Situasi ini diperkirakan terus berlangsung hingga sore, dengan wilayah Wajo dan Bone kembali menjadi pengecualian karena langit di sana tetap berawan.
- PDAM Makassar Lakukan Pekerjaan Darurat Kebocoran Pipa, Sejumlah Titik Terdampak
- Resmikan Kelenteng Ji Li Gong, Wali Kota Makassar Dorong Kerukunan dan Pembinaan Karakter
- Kabur ke Sulawesi Tengah, Terduga Pelaku Pembunuhan di Sapanang Diringkus Tim Pegasus Polres Jeneponto
- Di Seminar Kebangsaan, Wawali Makassar Aliyah Usulkan BAM Diterapkan di Tingkat Daerah
- Cathlyn dan Meivy Terima Beasiswa Kuliah ke Tiongkok, INTI Tanggung Biaya Pendidikan dan Hidup
Malam dan Dini Hari: Hujan di Sebagian Wilayah, Waspada Angin Kencang
Pada malam hari, beberapa daerah termasuk Makassar, Luwu Timur, Gowa, dan Kepulauan Selayar akan mengalami hujan ringan. Daerah-daerah ini diperkirakan akan tetap basah hingga dini hari, sementara wilayah lainnya, seperti Toraja Utara dan Takalar, akan berawan dengan potensi hujan ringan.
Meski intensitas hujan cenderung ringan, BMKG tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Suhu dan Kelembapan Tinggi: Waspada Rawan Bencana
Suhu udara di Sulawesi Selatan hari ini diperkirakan berada pada kisaran 18 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara yang tinggi, mencapai 100 persen. BMKG menilai, kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah-daerah yang kerap terdampak hujan lebat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
