Daftar Tokoh yang Batal Jadi Menteri pada 2014: Maruarar Sirait hingga Syahrul Yasin Limpo

Terkini.id, Makassar – Media sosial menjadi ramai dengan kabar sejumlah calon menteri yang diundang ke Istana untuk menjadi Menteri Kabinet Kerja Jilid II.

Sejumlah tokoh yang dipanggil ke Istana datang dengan berpakaian putih. Sejumlah pihak memastikan mereka yang datang tersebut hampir pasti menjadi menteri.

Beberapa tokoh yang datang sejak kemarin, antara lain Mahfud Md, Prabowo Subianto, Edhie Prabowo, Fadrjoel Rahman, Erick Thohir, Wishnutama, Nadiem Makarim, Pratikno, Nico Harjanto, Tito Karnavian, Airlangga Hartarto, Syahrul Yasin Limpo hingga Siti Nurbaya Bakar.

Apakah nama-nama yang telah dipanggil sudah pasti menjadi menteri?

Belajar dari pengalaman sebelumnya, pada 2014 silam, saat kabinet kerja jilid I, peristiwa serupa juga sempat terjadi.

Jelang pengumuman nama-nama menteri, sejumlah tokoh datang ke Istana dengan berpakaian putih. Hampir semuanya kemudian ditetapkan menjadi menteri keesokan harinya.

Namun, rupanya ada juga di antaranya yang tidak diumumkan. Salah satunya adalah kader PDIP, Maruarar Sirait. Padahal, Maruarar juga datang dengan berpakaian putih sehari sebelumnya.

Siapa siapa saja yang pernah mengemuka menjadi calon menteri namun batal? berikut di antaranya.

1. Maruarar Sirait

Politikus PDIP, Maruarar Sirait pada 2014 juga datang ke Istana dengan memakai kemeja putih. Dia dipanggil oleh Istana.

Namun, rupanya namanya tidak disebut pada hari pengumuman kabinet.

Padahal, Maruarar Sirait rencananya dipanggil untuk mengisi posisi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo).

Kepada wartawan, Maruarar mengaku itu merupakan hak prerogatif presiden.

Maruarar mengaku telah berbicara banyak terkait hal itu bersama Presiden Joko Widodo seusai pembacaan pengumuman Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Dirinya menghargai keputusan yang diambil oleh Jokowi mengganti dirinya dengan Komisaris Independen PT Indosat, Rudiantara.

“Kita harus menghargai dan memberikan ucapan selamat bekerja kepada Kabinet Kerja demi Indonesia baru,” terang dia kepada wartawan.

2. Eva Sundari

Selain Maruarar, politikus PDIP Eva Kusuma Sundari juga batal menjadi menteri saat itu.

Kepada wartawan, Eva mengungkapkan dirinya tak dipilih lantaran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak menghendakinya duduk sebagai menteri. Menurut dia, Mega memintanya untuk menguatkan partai mereka.

Eva sebelumnya disebut-sebut sebagai calon Menteri Sosial di kabinet Jokowi. Namanya ada dalam daftar calon menteri yang disetorkan Jokowi ke KPK untuk diteliti rekam jejaknya. Eva mengatakan KPK tak memberinya catatan warna terhadap namanya.

3. Pramono Anung

Diketahui, kader PDIP Pramono Anung juga disebutkan hilang dari daftar menteri sehari sesudah Eva, Sabtu 25 Oktober.

Alih-alih menjadi menteri, Pramono didapuk menjadi Ketua Fraksi PDIP di DPR. Dia diminta untuk mengawal PDIP di tengah gempuran koalisi Prabowo saat itu.

Meski begitu, Pramono Anung tidak sepenuhnya bernasib sama dengan dua rekannya, Eva dan Maruarar.

Kurang lebih setahun kemudian, Pramono diangkat Presiden menjadi Sekretaris Kabinet Indonesia sejak 12 Agustus 2015.

4. Syahrul Yasin Limpo

Informasi dihimpun terkini.id, Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo juga pernah disebut-sebut masuk bursa calon menteri Jokowi pada 2014 silam.

Namun, namanya menghilang dari daftar bursa calon menteri seiring dengan upaya KPK yang dipimpin Abraham Samad yang ingin mengusut kasus megaproyek Center Point of Indonesia (CPI) di Makassar. Nama Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur Sulsel dikait-kaitkan dengan kasus tersebut.

Berita Terkait
Komentar
Terkini