Sehingga disarankan pada pengendara untuk tidak coba-coba dengan banyaknya jenis BBM. Apalagi terlalu sering melakukan penggantian maupun pencampuran BBM dalam waktu singkat.
Mesin yang memiliki spesifikasi tertentu terhadap BBM yang digunakan. Pengendara tentu ingin menghemat uang dengan membeli Pertalite. Namun, penggunaan yang salah justru berdampak fatal terhadap kinerja mesin.
Penggunaan BBM beroktan rendah pada mesin beroktan tinggi akan menimbulkan ‘knocking’ yang tinggi. ‘Knocking’ umumnya disebabkan oleh perbedaan tekanan pada mesin.
Ketika bahan bakar yang biasa digunakan lalu diganti, maka mesin secara otomatis menyesuaikan kembali kompresinya. Pada mesin sepeda motor yang modern hal itu memang bisa dapat diatasi dengan memajukan waktu pengapiannya. Namun, jika dilakukan terus menerus tentu hal tersebut memiliki dampak buruk. Salah satunya yaitu konsumsi bahan bakar yang lebih boros dan kinerja mesin yang kurang optimal.
Niat hati ingin berhemat dengan menggunakan BBM beroktan rendah, malah membuatkonsumsi bahan bakar lebih boros akibat mesin yang bekerja kurang maksimal.
Dampak pada Mesin Sepeda Motor
- Air Mata Haru Dahlia Didepan Wasev TNI AD, Rumah Baru Penuh Makna, Suami Merantau di Kalimantan
- Warga Tolak Keputusan Menkeu Soal PSEL Tetap di Tamalanrea, demi Lingkungan dan Kesehatan
- Tim Pegasus Polres Jeneponto Berhasil Ringkus Residivis Pelaku Curas yang Sebabkan Korban Luka Berat
- Ashabul Kahfi Jabat Plt Ketua PAN Sulsel, Farah Puteri Nahlia Beri Ucapan Selamat
- Tim Wasev TNI AD Tinjau Langsung Dedikasi Satgas TMMD ke-128 Kodim 1425 Jeneponto
Pada dasarnya penggantian BBM dalam jangka waktu yang pendek tidak memiliki dampak buruk yang menonjol pada mesin. Sehingga untuk pengendara yang baru sekali mengganti BBM-nya, tidak perlu khawatir. Namun, untuk pengendara yang sudah terlalu sering, maka Anda perlu memerhatikan beberapa fakta dibawah ini.
Jenis bahan bakar yang berbeda, memiliki komposisi kimiawi yang berbeda. Komposisi yang berbeda mengakibatkan penebalan residu atau kerak yang terjadi dalam ruang bakar.
Penebalan kerak dalam waktu lama akan menyebabkan turunnya kompresi. Akibatnya, kerak tersebut mengganjal lubang valve yang seharusnya tertutup rapat.
Pada bahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan anjuran pabrik pembuat mesin, akan menyebabkan ‘knocking’ yang tinggi.
Jika hal ini diteruskan secara menerus ternyata berdampak kepada piston yang bolong. Tentu pengendara tidak ingin hal tersebut sampai terjadi bukan?
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
