Dari Bulukumba ke Sultra: Perjalanan Peternak Ayam Membawa Harapan Industri

Dari Bulukumba ke Sultra: Perjalanan Peternak Ayam Membawa Harapan Industri

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Makassar – Di tengah gemerlap Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI di Makassar, tampak seorang pria sederhana di antara para pengusaha besar dan tokoh nasional.

Ia bukan pemilik perusahaan besar, melainkan peternak ayam broiler dari Sulawesi Tenggara yang datang membawa harapan besar bagi industri peternakan di Indonesia Timur.

Namanya Herfain. Pria 37 tahun asal Bulukumba itu telah merantau ke Sulawesi Tenggara sejak 2007.

Perjalanan hidupnya tidak langsung mengarah ke dunia peternakan. Ia pernah menjalankan usaha fitness sebelum akhirnya melihat peluang di sektor peternakan ayam broiler dan mulai serius menekuni usaha tersebut pada 2023.

Meski terbilang baru di dunia peternakan, Herfain melihat peluang besar di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga

Menurutnya, kebutuhan ayam broiler di Sulawesi Tenggara hingga Maluku Utara masih sangat tinggi, sementara produksi lokal belum mampu memenuhi permintaan pasar.

Akibatnya, pasokan ayam masih banyak didatangkan dari Sulawesi Selatan, yang membuat biaya distribusi dan produksi menjadi lebih tinggi.

Herfain menilai, salah satu solusi untuk mengembangkan peternakan ayam di Indonesia Timur adalah dengan membangun pabrik terpadu yang menyediakan seluruh kebutuhan peternakan, mulai dari pakan, bibit, hingga pengolahan hasil produksi.

Ia berharap Menteri Pertanian Amran Sulaiman dapat mendorong pembangunan pabrik terpadu di Sulawesi Tenggara agar peternak lokal dapat berkembang dan lebih mandiri.

“Kalau bisa dibangunkan pabrik di Provinsi Sulawesi Tenggara, itu akan mempermudah dan menambah penghasilan kami sebagai pengusaha ayam broiler,” ujar Herfain.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.