Gelombang Mutasi ASN di Palopo Memicu Protes, Pemkot Mangkir dari RDP DPR

Gelombang Mutasi ASN di Palopo Memicu Protes, Pemkot Mangkir dari RDP DPR

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini, Palopo — Gelombang mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Palopo menjadi polemik, lantaran tidak transparan. Diperparah pula dengan sikap pemerintah yang ogah menghadiri panggilan DPRD.

Semua bermula ketika 12 pejabat eselon II dinonjobkan dan diminta mengikuti uji job fit. Seharusnya mekanisme ini menjadi instrumen objektif untuk memastikan bahwa pejabat yang menduduki jabatan strategis benar-benar memiliki kompetensi dan rekam jejak yang sesuai.

Namun hingga kini hasil job fit tersebut tidak pernah diumumkan secara terbuka.

Padahal transparansi merupakan bagian penting dari penerapan sistem merit sebagaimana diatur dalam Undang‑Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Menjadi pertanyaan, sejumlah pejabat yang sebelumnya menduduki jabatan strategis justru diturunkan menjadi kepala seksi bahkan staf. Namun jabatan yang mereka tinggalkan tidak langsung diisi oleh pejabat definitif.

Baca Juga

Sebaliknya, beberapa posisi strategis justru diisi oleh pelaksana tugas (PLT).

Penggunaan PLT setelah proses mutasi justru menimbulkan pertanyaan baru. Jika pejabat lama dianggap tidak layak, mengapa jabatan tersebut tidak langsung diisi melalui mekanisme definitif yang transparan?

Jawaban BKPSDM Pemkot Palopo

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Palopo mengklaim bahwa seluruh mutasi ASN telah sinkron dengan sistem MyASN dan SIASN milik Badan Kepegawaian Negara.

Penjelasan ini dimaksudkan untuk meredakan kekhawatiran bahwa mutasi tersebut akan berdampak pada karier para ASN.

Namun banyak pihak menilai bahwa sinkronisasi sistem hanyalah penjelasan administratif, bukan jawaban atas persoalan utama yang dipertanyakan publik.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.