Terkini.id, Makassar – Puasa bukan saja soal mendekatkan diri kepada Yang Kuasa. Puasa juga akan membawa pada pelbagai luaran. Selain yang diistilahkan dengan Taqwa, raihan yang akan menjadi ujung puasa dan ibadah yang dikandung ramadan.
Seorang dosen perlu melihat bahwa Ketika niat puasa sama dengan niat menjalani profesi. Ini dapat disebut sebagai komitmen, dimana ada pernyataan untuk menyelesaikan kewajiban yang dibebankan kepada seorang dosen.
Setelahnya, ada tanggung jawab. Setelah menyatakan dalam sebuah niat, maka laku dari apa yang sudah diniatkan itu juga perlu diteruskan dalam bentuk kinerja.
Pada saat puasa, tidak saja soal menahan lapar dan haus. Selama puasa dijalankan, tetap wajib produktif untuk menunjukkan kinerja yang menjadi tuntutan. Sesuai dengan kriteria fungsional yang menjadi tuntutan.
Begitu pula dengan seorang dosen. Tidak hanya keinginan untuk menjalani profesi dosen. Tetapi perlu pula ditunjukkan dalam bentuk kinerja berupa luaran-luaran yang menjadi dharma di perguruan tinggi.
- Saudara adalah Rumah Nyaman yang Selalu Ada, Kisah Hangat Keluarga Muchsin
- Politisi PSI Sulsel Rezki Mulfiati Lutfi Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Penghujung Ramadan
- Panen Padi di Desa Lasiwala, Bupati Sidrap: Berkah Ramadan
- Safari Ramadan di Panca Rijang, Bupati Sidrap Paparkan Capaian dan Program Pembangunan
- Perkuat Kepemimpinan Sekolah, 100 Kepala Sekolah Ikut Ramadan Leadership Camp
Itu merupakan sekilas dari catatan dimana berkesempatan hadir dalam acara rangkaian ramadan di kampus Institut Teknologi dan Bisni Nobel Indonesia, Senin, 18 April 2022.
Iman dan Amal Saleh
Terkait dengan komitmen dan tanggung jawab tadi, maka bahasa Alquran dikemukakan dalam kata iman dan amal saleh. Dua kata ini senantiasa beriringan.
Iman sendiri merupakan perasaan. Pada saat yang sama, perasaan tadi perlu ada data. Maka, disinilah terkait bahwa iman yang merupakan perasaan tadi harus terbuktikan melalui data dengan wujudnya amal saleh.
Lahiriah keagamaan yang dapat diverifikasi dengan adanya ekspresi-ekpresi keimanan yang dapat dilihat melalui panca indra.
Maka, tak cukup hanya formalitas fungsional dosen berupa ijazah dan juga selembar kertas sebagaima sebuah kualifikasi keimanan. Lebih lanjut, perlu ada kinerja yang terlihat sehingga ini bisa dijadikan sebagai “amal saleh” bagi menjadikan bukti komitmen sebagai seorang dosen.
Pada ranah keagamaan, maka hadirnya ibadah menjadi sebuah relasi wujudnya iman dan amal saleh. Namun, tidak sebatas yang ada dalam rukun Islam itu sendiri.
Perbuatan baik lainnya, tetap menjadi tuntutan. Dimana seorang muslim berkewajiban untuk menyantuni anak yatim, dan seperangkat ihsan lainnya.
Hanya saja, sebagai seorang dosen tidak cukup dengan menunaikan kewajiban dalam cakupan tiga dharma yang diemban perguruan tinggi.
Pada saat yang sama, dana publik yang digunakan untuk penelitian wajib dipertanggungjawabkan dalam bentuk publikasi. Hanya saja publikasi itu tidak bisa tertutup dan diakses semata-mata untuk kalangan tertentu saja.
Maka, prinsip atau strategi open access harus menjadi bagian dari tanggung jawab seorang dosen. Dimana produksi keilmuan yang dijalankan tidak lagi hanya untuk akses yang terbatas. Tetapi juga dapat dinikmati siapapun juga.
Termasuk meneruskan aktivitas publikasi ilmiah tidak saja hanya sebatas pada indeksasi atau status akreditasi sebuah jurnal. Apatah lagi kalau bersandar pada merek tertentu seperti Scopus, Web of Science.
Ini tetap perlu dipenuhi sebab menjadi tuntutan tersendiri. Namun, pada saat yang sama juga perlu diteruskan dengan menyebarluaskan informasi muatan-muatan publikasi ke dalam Bahasa ilmiah populer.
Dimana akses kepada jurnal sangat terbatas. Maka, menjadikannya sebagai bagian percakapan di media sosial tidak lagi pada label jurnal ataupun status indeksasi. Melainkan, perlu juga terkait dengan isinya. Bahkan ini yang lebih utama berbanding dengan mempercakapkan identitas soal reputasi tadi.
Akhirnya, ramadan dapat menjadi sarana muhasabah diri. Melampaui standar yang hanya biasa-biasa saja. Jikalau tadi, disebutkan dengan kaitan rukun Islam. Maka, perlu pula diteruskan dengan perbuatan ihsan. Dimana kita perlu melakukan langkah yang lebih jauh berbanding hanya pada kepangkatan dan beban kerja dosen semata.
Ismail Suardi Wekke
Pusat Studi Kepemimpinan Transformatif
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Sorong
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
