Dede Yusuf: Tidak Ada Orang Hebat Tanpa Jasa Guru

Terkini.id, Jakarta – Setiap tanggal 2 Mei di peringati sebagai Hari Pendidikan Nasional, tentunya bangsa Indonesia ini tidak asing dengan seremonial ucapan mengenai Hari Pendidikan Nasional, yang seharusnya bukan hanya ceremony belaka. Hal tersebut melatarbelakangi webinar “Menakar Nilai Raport Nadiem Makarim” yang diinisiasi oleh Pegiat Pendidikan Indonesia  (PUNDI) Minggu, 2 Mei 2021.

Menghadrikan Dede Yusuf Macan Effendi Wakil Ketua DPR Komisi X sebagai Keynote Speach. Selain itu menghadirkan berbagai Ketua Organiasasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) diantaranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), HMI MPO, KAMMI, dan PMKRI.

Dalam webinar tersebut, Dede Yusuf enggan menyatakan sikap ataupun memberikan nilai raport terhadap Nadiem Nakarim, hanya saja Anggota Dewan yang tercatat mantan aktor laga ini memberikan gambaran bahwasanya seorang Nadiem harus ada pendamping dalam menjalankan amanah yang memiliki tanggung jawab besar. Bukan hanya mengenai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan tetapi juga Kementerian Riset dan Teknologi.

Baca Juga: SMAN XII Tana Toraja Terkena Longsor Sejak 2019, JRM Minta...

Peserta webinar atas nama Shopyan Jepri Kurniawan salah satu pendidik dan Pimpinan Cabang IMM Sukoharjo melontarkan pertanyaan kepada Kang Dede Yusuf. “Kenapa jika Mas Menteri tidak mampu menjalankan kepemimpinannya hal ini masih dipertahkan? padahal kita semua tahu bahwasanya sudah banyak para ahli, dan pakar memberikan raport merah kepada Mas Menteri ? sedangkan dunia pendidikan bukan hanya berkaitan dengan tantangan industri tapi ada landasan filofosi dan lain-lain,“ ujar Shopyan.

Selanjutnya Shopyan menyampaikan pertanyaan kepada Dede Yusuf berkaitan dengan isu pendidikan, sering kali kita mengeluh pada hasil akan tetapi tidak pernah mempedulikan dari profesi seorang guru yang menjadi penggerak pendidikan itu sendiri, padahal tentu ini ada korelasinya, bagaimana pendidikan maju apabila kesejahteraan guru saja tidak pernah dipedulikan?.

Baca Juga: Puncak Hardiknas, Bank Sulselbar Serahkan Bantuan CSR ke Disdik Sulsel

Menanggapi pertanyaan tersebut, Dede Yusuf mengatakan tidak tahu alasan yang pasti mengapa Jokowi memilih dan masih mempertahakan Nadiem, bahkan sekarang dibebankan dengan gerbong besar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Nadiem harusnya berkolaborasi dengan berbagai bidang, karena menjalankan kepemimpinan di Kemendikbud dan sekarang ditambah dengan Ristek tidak hanya berjalan dengan gagasan saja, hal ini tidak akan mudah, untuk merubah kultur dan sistem yang ada bersama-sama tidak berjalan sendiri,“ ungkap Wakil Ketua Komisi X DPR tersebut.

Dia sepakat bahwa persoalan kesejahteraan guru, harus menjadi titik fokus kemendikbud, serta tidak lupa memprioritaskan kesejahteraan guru.

Baca Juga: Tradisi Mudik Berpotensi Tingkatkan Kasus Covid-19, Wali Kota Makassar Serukan...

“Jadikan guru sebagai pekerjaan berdaulat dan terhormat. Jadikan sekolah tempat pendidikan yang tidak mahal dan menyenangkan. Pendidikan akan maju ketika kesejahteran guru hononer, guru SM3T dipedulikan sesama oleh Kemendikbud. Alokasikan anggaran untuk mereka juga. Tidak akan ada orang hebat tanpa jasa guru,” pungkas Dede Yusuf Macan Effendi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan