Masuk

Deklarasi Sekolah Bersinar, Bupati Wajo Ajak Seluruh Generasi Muda Perangi Narkoba

Komentar

Terkini.id, Wajo – Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengajak kepada seluruh pihak, terkhusus generas muda untuk bersama-sama mengambil peran dalam memerangi narkoba di kabupaten wajo. 

Hal tersebut di ungkap amran  saat deklarasi Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) di Kampus Institut Agama Islam (IAI) As’adiyah Sengkang.

menurutnya bahwa generasi muda menjadi sasar empuk dalam penyalagunaan narkoba karna hal tersebut pihak memintah kepada seluruh genarasi muda aga memerangi narkoba di di daerahnya.

Baca Juga: Bupati Wajo Menjadi Salah Satu Delegasi Indonesia ke UEA

“Generasi muda kita menjadi sasaran empuk penyalahgunaan narkoba yang tidak bisa dinafikan bahwa mudah dimasuki dengan berbagai cara,” kata Amran yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Wajo.

lanjut Amran deklarasi Sekolah Bersinar yang digelar di Kampus IAI As’adiyah ini merupakan yang kedua dilaksanakan setelah sebelumnya di SMP Negeri  2 Penrang oleh Kapolres Wajo bersama jajaran.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolres Wajo bersama jajaran atas fasilitasinya pada pelaksanaan kegiatan hari ini. Juga sebelumnya telah memfasilitasi dan melakukan deklarasi Sekolah Bersinar di SMPN 2 Penrang,” tutur Amran.

Baca Juga: Bupati Wajo Sambut Kedatangan Wapres RI Dalam Rangka Pembukaan Muktamar As’adiyah XV

Salah satu upaya untuk membentengi generasi muda dari narkoba adalah dengan Al-Qur’an. Pemkab Wajo melalui Gerakan Masjid Cantik (Gemantik) yang mendorong generasi muda untuk belajar bahkan menghafal Al-Qur’an.

“Berdasarkan data, saat ini jumlah pondok tahfiz di Kabupaten Wajo sudah 70 pondok dengan 3.000 anak yang sedang menghafal. Ini terus kita dorong sebagai salah satu upaya agar anak-anak kita tidak tersentuh narkoba,” ucapnya.

Kepala daerah yang dikenal peduli dengan masyarakatnya ini juga mengajak kepada para orang tua agar tidak takut melaporkan atau menyampaikan jika menemukan indikasi anaknya tersentuh narkoba. Misalnya, muka pucat, kontrol emosi tidak normal, maupun indikasi lainnya.

“Penanganan kita sekarang itu melalui pendekatan rehabilitasi. Jadi, tidak perlu takut untuk menyampaikan kepada kami,” pesannya.