Terkini.id, Makassar – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar Rossy Timur mengunjungi Rumah Kreatif Birma atau Birma Rindu Kraf.
Hal itu dilakukan Rossy untuk mendorong kembali industri kerajinan agar menggeliat di masa pandemi Covid-19.
Rossy nampak antusias saat melihat beragam hasil kerajinan tangan yang diolah dari bahan daur ulang.
Sekilas, hasil kerajinan yang dipajang di rak ataupun etalase seperti terbuat dari tembaga, namun saat disentuh kerajinan tangan itu diketahui terbuat dari plastik, dan kardus bekas yang diolah menjadi barang bernilai ekonomis.
“Dekranasda mitra pemerintah dalam memajukan industri kerajinan. Kunjungan ini kami harapkan dapat memotivasi teman-teman pengrajin terus berkarya meski di masa pandemi,” kata Rossy, Rabu, 12 Agustus 2020.
- Bupati Sidrap Paparkan Terobosan Stabilkan Harga Telur di Hadapan Menteri Pertanian
- Sinergi Dinas Kesehatan dan P2KB, Latih Kader, Perkuat Langkah Percepat Penurunan Stunting di Jeneponto
- RS Mata JEC ORBITA Makassar Perkenalkan PRESBYOND untuk Atasi Gangguan Penglihatan Usia 40 Tahun ke Atas
- Wujudkan Target Percepatan Penurunan Stunting, Ribuan Kader Posyandu dan TPK Jeneponto Ikuti Pelatihan Khusus
- PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan dan Modernisasi Agrikultur melalui Program Electrifying Agriculture
Rumah Kreatif Birma membina 25 pengrajin yang memiliki keterampilan spesifik.
Beberapa pengrajin terampil mengolah bahan dari plastik dan kardus bekas menjadi vas bunga, miniatur mobil, sepeda motor, robot, sepeda, dan tanaman bonsai. Beberapa lainnya terampil membuat kostum karnaval.
“Masa pandemi mengajarkan kita untuk lebih kreatif dalam memasarkan hasil kerajinan. Tantangan pengrajin saat ini bukan hanya pada pasokan bahan baku, namun juga target pasar yang dituju. Di sinilah peran Dekranasda, dan pemerintah untuk hadir memberikan solusi,” lanjutnya.
Pengrajin di Rumah Kreatif Birma biasanya mengerjakan kerajinan tangan di rumah masing-masing, selain di rumah kreatif. Lama pengerjaan tergantung pada detail, dan tingkat kesulitannya.
Umumnya hasil kerajinan tangan dipasarkan melalui pameran (sebelum pandemi Covid -19) atau dipesan langsung oleh pembeli. Harganya bervariasi, berkisar pada ratusan ribu rupiah.
Rossy berharap industri kerajinan ini dapat bertahan melewati masa pandemi Covid-19 dengan adaptasi kebiasaan baru tidak hanya di sisi kesehatan, namun juga di sisi ekonomi dengan dukungan Dekranasda, dan pemerintah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
