Masuk

Demokrat Prihatin: Kita Begitu Melimpah Batu Bara, Tapi Cadangan Untuk Kita Hanya Bisa Untuk Satu Minggu

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo mengaku prihatin atas cadangan batu bara di dalam negeri yang mengalami krisis sejak tahun lalu.

Padahal, menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan tambang, tapi tidak mampu menopang pasokan batu bara untuk dalam negeri terlebih dahulu, terutama untuk PLN.

Hal tersebut terjadi karena banyaknya perusahaan tambang yang mengeruk batu bara untuk kemudian dijual ke luar negeri.

Baca Juga: Bulan Ini, AHY Dijadwalkan Bakal Lantik 3 Ribu Pengurus Demokrat se-Sulsel

“Kita begitu melimpah batu bara, tapi cadangan untuk kita hanya bisa untuk satu minggu. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Sartono dalam rapat Komisi VII DPR RI sebagaimana dilansir dari Rmol.id Kamis 13 Januari 2022.

Legislator dari Fraksi Demokrat ini sepakat dengan kebijakan pemerintah untuk melarang ekspor batu bara.

Namun sayangnya, kata dia, beberapa waktu lalu melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan justru membuka kembali kran ekspor batu bara.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Pasar Seni Sukawati di Kabupaten Gianyar

“Kebutuhan dalam negeri harus diutamakan apapun yang terjadi. Itu firm, itu saya katakan waktu keluar larangan ekspor,” tegasnya.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan kembali membuka kran ekspor dengan beberapa catatan yang harus dipenuhi.

Dalam rapat koordinasi, diputuskan bahwa perusahaan yang telah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation atau DMO seratus persen boleh kembali melakukan ekspor.

“Perusahaan batu bara yang telah memenuhi kontrak penjualan kepada PLN dan kewajiban DMO-nya 100 persen di tahun 2021, maka akan diizinkan untuk memulai ekspor di tahun 2022,”ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Kamis 13 Januari 2022.