Terkini.id, Jakarta – Gejolak di internal Partai Demokrat terus berlangsung. Partai Demokrat di Jambi, kini terus menyisir anggota yang terlibat dengan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat atau GPK-PD.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat DPD Jambi Mirza Hafiz mengatakan, pihaknya tegak lurus dengan komando di Jakarta menolak GPK-PD.
Hal ini dibuktikan dengan adanya pernyataan kebulatan tekad yang disepakati 11 Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Demokrat di Jambi.
“Kumpul semua, dalam rangka kebulatan tekad secara resmi dari DPC, walaupun sudah kita berikan dan kita masukkan secara tertulis,” katanya Selasa 2 Maret 2021 seperti dikutip dari kompascom.
Hafiz mengungkapkan, pihaknya terus memonitor kader-kader yang berpotensi terlibat dalam GPK-PD ini.
- Rayakan HUT ke-24, DPC Partai Demokrat Makassar Gelar Doa Bersama
- Partai Demokrat Solid Dukung Andi Sudirman-Fatmawati di Pilgub Sulsel 2024
- Partai Demokrat Serahkan Rekomendasi ke Pasangan Erna Rasyid-Rahmat Sjamsu untuk Pilwalkot Parepare 2024
- Hadapi Pilkada Serentak 2024, Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi
- Partai Demokrat Beri Sinyal Kuat Dukung Andi Kartini Ottong pada Pilkada Sinjai 2024
“Kemarin sudah kita sampaikan terhadap kawan-kawan kita di DPC dalam SK pengurusan masing-masing,” katanya.
Dia mengatakan, jika ada anggota yang terbukti terlibat maka akan langsung dipecat.
“Ketika bukti-buktinya ada dan sudah valid,” katanya.
“Pecat langsung, dak ado lagi cerito,” katanya.
Dia mengetahui isu-isu adanya per orang diberikan sejumlah uang sebanyak 25 juta agar mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB). Dalam berita-berita dituliskan 200 juta, namun isu yang didengar Mirza hanya Rp 25 juta.
Sebelumnya pengurus DPD Demokrat Jambi dan 11 DPC Kabupaten Kota melakukan ikrar dukungan untuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan membuat pernyataan sikap menolak wacana KLB.
Dalam pernyataaan tersebut dikatakan DPD dan DPC Demokrat setia, tunduk dan patuh pada konstitusi partai pada ketua yang telah ditetapkan pada kongres V tahun 2020.
Lantas dalam ikrar tersebut diuliskan mereka melawan para GPK-PD dengan memecat kader yang berkhianat dan melanggar kode etik partai.
Dua Anggota Demokrat Jambi Terindikasi Terlibat GPK-PD
Dua anggota Partai Demokrat DPD Jambi terindikasi terlibat dalam GPK-PD atau Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat.
Hal ini disampaikan Mirza Hafiz selaku Sekjen DPD Demokrat Jambi pada Selasa 2 Maret 2021 dikutip dari kompascom.
Dia mengatakan, Muslim Yahya sudah dipecat dari direktur eksekutif karena masalah internal partai.
“Dia juga menjadi kurir dari kelompok itu dan melakukan pertemuan di Wiltop. Ada dia menghubungi salah satu sekretaris DPC di Tanjung Jabung Barat,” katanya.
Kedua anggota partai tersebut diperiksa di Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Demokrat.
Belum diputuskan apakah mereka sudah dipecat atau belum dari DPP. Namun, bukti-bukti menurut Hafiz sudah kuat.
Muslim Yahya dan Wendri belum merespons saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
