Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah melontarkan sindiran keras kepada Partai Demokrat melalui akun Twitter pribadinya.
Ia mengatakan bahwa politisi Demokrat yang muda menjadi koruptor, sementara yang tua menjadi penjilat.
Bukan hanya itu, Chusnul menyindir bahwa politisi Demokrat yang pintar menjadi maling, dan yang bodoh menjadi buzzer.
“Yang muda jadi koruptor, yang tua jadi penjiIat,” kata Chusnul Chotimah pada Sabtu, 26 Maret 2022.
“Yang pintar jadi maling, yang bungul jadi buzzer. Demokrat banget,” sambungnya.
- Viral! Warga Cabut Logo Gereja di Tenda Bantuan Gempa, Chusnul Chotimah: Sebenarnya Islamophobia atau Kristenophobia?
- Surya Paloh Dukung Anies Sebagai Capres 2024, Chusnul Chotimah: Pantas Dikatain Kadrun, Pemikiran Sempit!
- Gembong Warsono Sebut Anies adalah Gubernur 0 persen, Chusnul Chotimah: Yang Setuju Retwet
- Soroti Vonis Penjara Bahar Bin Smith, Chusnul Chotimah: Indonesia Darurat Kebohongan!
- Prabowo Maju Pilpres, Chusnul Chotimah Soroti Anies: Kemakan Omongan Sendiri!
Bersama pernyataannya, Chusnul Chotima membagikan berita berjudul “KPK Dalami Peran Politikus Cantik Demokrat yang Kena OTT KPK Bareng Bupati PPU”.
Dilansir dari berita Sindo News tersebut, Nama Nur Afifah Balqis mencuat setelah terseret Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK ) terhadap Bupati Penajam Paser Utara (PPU) nonaktif , Abdul Gafur Mas’ud, Rabu 12 Februari 2022.
Mantan Bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan ini masih sangat muda, yakni baru berusia 24 tahun.
Ia diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten PPU, Kalimantan Timur.
Penyidik mendalami keterangan Nur Afifah Balqis terkait peran aktif yang bersangkutan dalam membantu Bupati nonaktif, Abdul Gafur Mas’ud (AGM) menerima suap.
Adapun Abdul Gafur diduga kerap dibantu Nur Afifah dalam menerima hingga mengelola uang suap dari berbagai pihak.
“Tim penyidik memeriksa tersangka NAB (Nur Afifah Balqis) dalam statusnya sebagai salah satu tersangka penerima,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri pada Jumat, 25 Maret 2022.
“Di mana, dilakukan pendalaman keterangan antara lain terkait dengan perannya yang aktif membantu tersangka AGM,” sambungnya.
Selain itu, Nur Afifah juga dikonfirmasi penyidik terkait aliran uang suap Abdul Gafur yang diduga dibelikan sejumlah aset dengan menggunakan identitas orang lain.
Ia diduga mengetahui dugaan penyamaran uang suap yang diterima Abdul Gafur ke sejumlah aset.
“(Dikonfirmasi) juga dugaan adanya berbagai aset milik tersangka AGM yang diatasnamakan pihak-pihak tertentu,” ungkap Ali.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
