Masuk

Denny Siregar Anggap Indonesia Bisa Ambyar Jika Anies Baswedan Jadi Pemimpin Negara

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat sosial media, Denny Siregar merasa Anies Baswedan tak cocok jadi pemimpin. Dia menganggap Indonesia bisa ambyar jika Anies jadi pemimpin negara.

“Anies Baswedan memang gak cocok jadi kepala daerah. dia hanya punya konsep yang gak jelas, juga bagaimana eksekusinya. Wong ngurusin kali Ciliwung aja nggak bisa! Gitu kok mengurusi negara bisa ambyar Indonesia,” kata Denny dalam kanal YouTube COKRO TV.

Hal itu disampaikan Denny lantaran kinerja Anies dalam mengatasi banjir dinilai tak memberikan hasil yang baik. Kata Denny, Anies memiliki program sendiri daripada harus mengikuti apa yang telah dibangun Ahok berdasarkan koordinasi dengan Presiden Jokowi dan pemerintah pusat.

Baca Juga: Posting Video Anies Baswedan Ogah Tangannya Dicium, Husin Shihab: Dia Sudah Capek Berbohong

“Sesudah Anies menjadi gubernur DKI, dia mengambil kebijakan berbeda. Anies bukannya melanjutkan kerja sama di masa Ahok dengan pusat untuk atasi banjir, dia malah sibuk membangun rencana sendiri dengan konsep sumur resapan yang jadulnya luar biasa,” ucapnya.

Menurut Denny, apa yang Anies lakukan tampaknya lebih hanya karena ingin beda saja dengan Ahok. Dia tidak memikirkan dampak jangka panjang untuk rakyat DKI jika kerja sama Ahok dengan pusat itu dilanjutkan.

Lanjutnya, Denny mengatakan pokoknya apa yang dulu dikerjakan Ahok, hancurkan! Anies dianggap memang egois sekali. Dia hanya memikirkan pencitraan dirinya saja tanpa memikirkan rakyatnya sendiri yang selalu was-was ketika hujan besar.

Baca Juga: Tim Penilai Paritrana Award 2022 Lakukan Wawancara ke Sejumlah Kepala Daerah dan Perusahaan di Sulsel

Kemudian, Denny menyampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono yang biasa kerja dengan cepat saja, kecewa berat dengan Anies. Dia mendapat perintah dari Jokowi untuk menormalisasi sungai Ciliwung sebagai cara yang efektif untuk atasi banjir.

“Kali Ciliwung itu panjangnya 33 kilometer dan baru dinormalisasi 16 kilometer pada waktu zamannya Ahok. Yang akhirnya harus berhenti karena Anies Baswedan nggak mau kerjasama dengan pusat,” ujar Denny.

“Waktu ditanya wartawan tentang progres normalisasi kali Ciliwung, Pak Basuki sendiri menjawab dengan kesal ‘tanya sendiri tuh sana sama Anies’ katanya begitu,” sambungnya.

Denny mengatakan akhirnya program penanganan banjir pun tersendat karena ego pemimpin daerahnya yang ingin mendapatkan nama.