Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar membandingkan pemerintahan di era Presiden Jokowi dengan zaman Orde Baru terkait tanah milik rakyat.
Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, Selasa 31 Agustus 2021, mengaku banyak membaca pemberitaan soal tanah rakyat dibeli oleh pemerintahan Jokowi untuk kepentingan negara.
Menurutnya, banyak warga pastinya senang karena tanahnya dibeli oleh pemerintah dengan harga yang layak.
Sementara pemerintahan di zaman Orde Baru, menurut Denny, tanah rakyat malah dirampas oleh negara.
Lantaran hal itulah, kata Denny, banyak warga yang bertengkar bahkan saling perang karena tanah mereka dirampas negara.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
“Baru dimasa pemerintahan jokowi ini, gua selalu baca berita orang senang karena tanahnya dibeli negara. Dulu jaman orba, pasti ribut dan perang karena tanah mereka dirampas negara,” cuit Denny Siregar.
Lewat cuitannya itu, Denny Siregar juga membagikan link artikel pemberitaan terkait seorang warga yang mendadak menjadi miliarder usai tanahnya dibeli pemerintah untuk pembangunan Tol Jogja-Bawen.
Dalam isi pemberitaan yang dimuat situs Harianjogja tersebut, disebutkan bahwa sebagian besar warga Dusun Pundong 1, 2, 3 dan 4, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Sleman, yang terdampak tol Jogja-Bawen telah menerima dana ganti rugi.
Salah seorang warga Pundong 3, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati bernama Kamidi kini telah menjadi miliarder setelah lahannya terdampak proyek tol Jogja-Bawen.
Meski sudah menjadi miliarder, sikap sederhana ditunjukkan Kamidi. Ia tidak ingin membelanjakan uang ganti rugi yang diperolehnya untuk foya-foya. Bahkan, ia melarang anaknya membeli mobil.
“Saya larang. Kalau mobil jangan lah. Mobil itu cuma barang apa. Tapi kalau lahan, perumahan, bisa berguna untuk masa depan anak. Kalau mobil tapi perutnya lapar ya payah. Pertama buat makan, kedua disimpan, buat jaga-jaga kalau sakit,” ujar Kamidi.
Pada pemberitaan yang dibagikan Denny Siregar itu, disebutkan dua lahan Kamidi diganti rugi masing-masing senilai Rp2,1 miliar dan Rp2,4 miliar oleh pemerintahan Jokowi.
Total ganti rugi yang diterima itu akan dibagi kepada enam anaknya, dan mereka dibebaskan untuk membeli tanah atau rumah di mana saja.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
