Denny Siregar: Justru Munarman Itu yang Paling Berbahaya karena Dialah yang Gerakkan Banyak Peristiwa Terorisme di Indonesia

Denny Siregar: Justru Munarman Itu yang Paling Berbahaya karena Dialah yang Gerakkan Banyak Peristiwa Terorisme di Indonesia

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menilai bahwa mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI), Munarman adalah salah satu orang yang paling berbaya.

Pasalnya, menurut Denny Siregar, Munarman menggerakkan banyak peristiwa terorisme di Indonesia.

“Justru Munarman itu yang paling berbahaya,” kata Denny Siregar melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 23 Februari 2022.

“Karena dialah yang menggerakkan banyak peristiwa terorisme di Indonesia,” sambungnya.

Oleh sebab itulah, Denny Siregar merasa heran mengapa Ketua Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer membela Munarman dalam sidang dugaan tindak pidana terorisme.

Baca Juga

“Gini kok bisa-bisanya dibela saja si Immanuel Ebenezer. Mana dia Komisarisnya Erick Thohir lagi,” katanya.

Bersama pernyataannya, Denny Siregar membagikan tangkapan berita berjudul “Saksi Ungkap Isi Ceramah Munarman Bangkitkan Peserta Baiat di Makassar Gabung ke ISIS”.

Artikel Kompas tersebut memberitakan soal salah satu sidang perkara dugaan terorisme dengan terdakwa Munarman digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Rabu, 26 Januari 2022.

Agenda ketika itu adalah pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum (JPU).

Salah seorang saksi yang dihadirkan, B, mengungkapkan isi ceramah Munarman yang menggerakkan peserta acara pembaiatan di Makassar, Sulawesi Selatan, agar mau bergabung dengan kelompok teroris ISIS.

Acara pembaiatan tersebut berlangsung pada 25 Januari 2015 lalu. B sendiri bertindak sebagai panitia atau moderator acara tersebut.

Dalam sidang tersebut, awalnya, B ditanya jaksa ihwal kehadiran Munarman dalam acara itu.

“Setahu saksi, kehadiran terdakwa apakah memang sengaja deklarasi atau kebetulan?” tanya jaksa.

“Sengaja, Pak,” jawab B.

B mengatakan, pihak panita sengaja mengundang eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) tersebut untuk hadir dan mendukung pembaiatan tersebut.

Jaksa kemudian bertanya soal isi ceramah Munarman dalam acara tersebut.

“Ada kata-kata yang termasuk visi misi FPI, yang kami dengar ceramahnya bahwa ada namanya dakwah, hisbah, dan khilafah,” jawab B.

Khilafah yang dimaksud adalah khilafah di bawah kepemimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi Al Husein di Suriah.

Sekedar catatan, ISIS (Islamic State of Iraq) sendiri muncul di Suriah di awal tahun 2014 setelah dideklarasikan oleh Abu Bakar Al Baghdadi.

“Beliau (Munarman) menyampaikan tentang daulah, pentingnya menegakkan syariat Islam yang ada, termasuk di Indonesia,” kata B.

Adapun Munarman didakwa tiga pasal, yakni Pasal 13 huruf c, Pasal 14 juncto Pasal 7, dan Pasal 15 juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

“Munarman dan kawan-kawan merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk ancaman kekerasan, melakukan tindak pidana teroris dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan,” kata JPU saat membacakan dakwaan, 8 Desember 2021.

Munarman disebut telah terlibat dalam tindakan terorisme lantaran menghadiri sejumlah agenda pembaiatan anggota ISIS di Makassar, dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada 24-25 Januari dan 5 April 2015.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.