Terkini.id, Jakarta – Eks Sekretaris Umum FPI, Munarman mengaku geram lantaran rekening pribadinya telah diblokir dan dibekukan secara sepihak oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Menurut Munarman, pemblokiran terhadap rekeningnya tersebut yang dilakukan secara sewenang-wenang oleh PPATK berpotensi meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.
Dengan runtuhnya kepercayaan masyarakat itu, kata Munarman, maka akhirnya nanti akan terjadi rush money.
“Dengan runtuhnya kepercayaan terhadap sistem perbankan tersebut maka pada akhirnya akan mendorong masyarakat tidak lagi menggunakan jasa perbankan dan akan terjadi rush money pada akhirnya,” ujar Mujarman, Senin 18 Januari 2021 seperti dikutip dari Cnnindonesia.com.
Terkait siapa saja rekening milik simpatisan FPI yang telah diblokir, Munarman mengaku tidak mengetahui pasti lantaran PPATK tidak memberitahukan hal itu kepada dirinya.
- Polres Lutim Selidiki Kasus Provokasi yang Mengganggu Aktivitas Investasi Pertambangan
- Percepatan Tanam Lahan CSR, Kementan Dorong Peningkatan Produksi Pangan Nasional
- Ruas Jalan Makassar-Takalar dan Gowa Capai 26 Persen, Gubernur Sulsel: Progresnya Terus Berjalan
- Anggota DPRD Makassar Irwan Hasan Dorong Warga Aktif Laporkan Kendala Layanan di Kecamatan Mariso
- Proyek MYP Sulsel Dikebut, Lima Paket Jalan Tunjukkan Progres Signifikan
“Saya gak tau rekening siapa saja yang diblokir PPATK. Kita tidak tahu, karena PPATK tidak memberi tahu kita,” tuturnya.
Sekadar diketahui, rush money adalah fenomena ketika masyarakat berbondong-bondong menarik simpanan mereka di bank. Aksi ini bisa menggembosi perekonomian sebuah negara.
Selain rekening pribadi atas nama Munarman, PPATK juga telah memblokir sebanyak 89 rekening FPI beserta afiliasinya.
Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut keputusan pemerintah usai membubarkan dan melarang keberadaan FPI.
Sebelumnya, Munarman sempat mengaku enggan menyimpan uang di bank lantaran menurutnya hal itu adalah riba meskipun dirinya diketahui punya rekening pribadi.
Rekening Munarman tersebut diketahui atas nama pribadinya. Rekening itu pun kini telah diblokir dan dibekukan oleh PPTAK karena terindikasi berkaitan dengan ormas terlarang FPI.
Adapun rekening pribadi Munarman tercatat di salah satu bank pemerintah yakni Bank Negara Indonesia (BNI).
Mengutip Hops.id, Munarman mengakui bahwa dirinya memang memiliki rekening atas namanya pribadinya yang juga ikut diblokir pemerintah.
“Itu rekening pribadi saya, ada uang pensiun almarhum bapak dan ibu yang sakit, ada uang sumbangan dari saudara kandung disimpannya disitu kegunaannya untuk sewaktu-waktu berobat ibu,” kata Munarman saat diwawancarai dalam tayangan program Detik.com.
Mengetahui Munarman punya rekening di bank milik pemerintah, host tayangan tersebut pun lantas menanyakan apakah Munarman juga nasionalis atau tidak.
“Oh BNI? Nasionalis juga ya,” tanya host.
“Sepertinya begitu. Itu saya pribadi ya. Kalau FPI pakai Bank Syariah Mandiri,” jawab Munarman sambil tertawa.
Munarman pun mengungkapkan alasannya menggunakan BNI dibanding bank syariah. Menurutnya, bank tersebut lebih mudah ia jangkau dari kediamannya.
“Kenapa saya (pakai) BNI karena kemudahan saja, dekat rumah ada bank BNI. Kebetulan ibu saya yang sakit tinggal sama saya jadi ya sudah faktor kemudahan saja,” ungkapnya.
Kendati demikian, namun Munarman menegaskan bahwa rekening atas namanya itu merupakan rekening yang dikelola bersama oleh keluarga demi kepentingan berobat ibunya yang saat ini sedang terbaring sakit.
“Saya sendiri secara pribadi sebenarnya tidak punya rekening, saya tidak menggunakan perbankan karena memang saya tak mau lagi terlibat dalam hal-hal yang sifatnya riba, bunga, begitu ya. Jadi rekening itu memang lebih kepada (tempat) penampungan uang,” tuturnya.
Munarman pun sekali lagi menegaskan bahwa rekening atas nama pribadinya itu bukan dia yang kelola melainkan saudaranya.
“Itu bukan saya yang mengelola. Itu adik-adik saja juga, dia yang pegang buku-bukunya, tapi atas nama saya karena mereka percaya saya. Kira-kira begitu. Jadi normal-normal saja,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
