Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menanggapi soal Partai NasDem yang menginginkan polarisasi cebong dan kadrun diakhiri.
Denny Siregar menilai bahwa kadrun dan cebong akan sulit terwujud karena memiliki keinginan mendasar yang berbeda.
Menurutnya, cebong ingin mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sementara, kadrun ingin menganti NKRI menjadi khilafah.
“Rencana pak SP NasDem ingin menyatukan cebong dan kadrun supaya tidak terpolarisasi, bakalan sulit terwujud,” kata Denny Siregar melalui akun Twitter @Dennysiregar, seperti dikutip Terkini.id pada Senin, 27 Juni 2022.
“Cebong itu nasionalis ingin pertahankan NKRI. Kadrun ingin ganti NKRI jadi khilafah. Gimana bisa bersatu, pak?” sambungnya.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
Dilansir dari Kumparan, Ketua DPP NasDem, Willy Aditya meminta masyarakat tak mengaitkan Anies Baswedan dengan polarisasi.
Hal ini disampaikan Willy saat menjawab kekhawatiran akan ada polarisasi bila NasDem mengusung Anies menjadi calon presiden (capres) di 2024.
“Jadi teman-teman jangan prejudice. Jangan beri stigma. Ini yang harus kita hindari,” kata Willy di NasDem pada Kamis, 23 Juni 2022.
Willy lantas menyampaikan bahwa Ketua Umum (Ketum) NasDem, Surya Paloh memberikan pesan terkait masalah ini.
“Pak Surya beri pesan dua hal. Kalau kita patriot sejati, kita harus jadi orang yang kosmopolitan dan open mind. Jangan kita klaim kita nasionalis demokratis tapi jadi intoleran. Jangan. NasDem pegang teguh itu,” ungkapnya.
Willy pun mengajak semua pihak untuk berhenti bicara soal polarisasi, termasuk menggunakan istilah-istilah “cebong” dan “kadrun”.
“Kami ingin jadi patriot sejati dengan tidak perlu (bilang) gue paling nasionalis, gue paling toleran, tidak. Mereka juga tidak kalah toleran, tidak kalah cinta pada Indonesia. Mari berhenti bicara polarisasi,” kata Willy.
“NasDem enggak sepakat kita saling labelilisasi. Ini lebih kadrun, cebong. Pak Surya dalam pidatonya dalam pembukaan dan penutupan Rakernas eksplisit ingatkan kita,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
