Denny Siregar Tampar Keras Khofifah dan Gubernur Sumbar, Pansos Bahas Rendang Babi Sebab Tak Ada Hasil Kerja yang Dibanggakan

Denny Siregar Tampar Keras Khofifah dan Gubernur Sumbar, Pansos Bahas Rendang Babi Sebab Tak Ada Hasil Kerja yang Dibanggakan

R
Lucky Nur
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Denny Siregar tampar keras Khofifah Indar Parawangsa selaku Gubernur Jawa Timur dan Gubernur Sumbar yang bahas rendang babi sebab tak ada hasil kerja yang bisa dibanggakan.

Denny Siregar mengatakan gubernur yang sibuk bahas rendang babi biasanya karena tidak ada hasil kerja yang bisa dia banggakan. Sehingga dia harus sibuk mencari isu remeh tapi populer supaya namanya dibicarakan.

“Gubernur yang sibuk bahas rendang babi, biasanya karena gada hasil kerja yang bisa dia banggakan,” seperti dikutip dari akun Twitter pribadi @Dennysiregar7 pada Senin, 13 Juni 2022.

“Sehingga harus sibuk cari2 isu remeh tapi popular supaya namanya dibicarakan..,” lanjut Denny Siregar.

Selain itu, Denny Siregar mengatakan dia mencurigai tanda pemilu sudah dekat jadi banyak Gubernur yang minim prestasi atau tak ada yang bisa dibanggakan mencari isu untuk mengangkat namanya atau pansos.

Baca Juga

“Tanda tanda Pemilu udah dekat..,” tulis Denny Siregar kembali yang juga mengunggah tangkapan pemberitaan Khofifah sedang sidak restoran padang di Surabaya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawangsa melakukan aksi pengecekan terhadap rumah makan Padang di Surabaya apakah ada yang menawarkan menu rendang babi seperti yang terjadi di Jakarta, Rumah Makan Padang Babiambo.

Dia mau memastikan di Jawa Timur tak ada rumah makan yang menawarkan menu rendang babi atau non halal seperti di DKI Jakarta.

Sementara Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi juga bereaksi keras terkait viralnya Rumah Makan Padang Babiambo di Jakarta yang menjual rendang babi.

Menurutnya, menu non halal itu sangat bertentangan dengan falsafah masyarakat Minangkabau yang berlandaskan ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah). 

“Harusnya ini tak boleh terjadi karena masakan Padang atau masakan Minang itu identik dengan makanan halal sesuai dengan falsafah dan adatnya yang berlandaskan Islam dan ABS-SBK. Seluruh masakan pakai nama Padang itu makanan halal. Itu sudah jelas,” ujar Mahyeldi,

Dia juga sudah meminta melalui Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) di Jakarta mengecek apakah restoran tersebut sudah mempunyai izin dari Dinas atau Sudin Parekraf dan PTSP. Restoran ini diketahui bernama Babiambo Nasi Padang Babi yang berlokasi di Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara.

“Pada intinya tidak boleh lagi ada masakan Padang yang nonhalal. Kita harus pastikan masakan Padang itu semuanya halal dan dapat dikonsumsi umat Muslim. Ke depan harus ada sertifikasi IKM, mana yang asli Padang, mana yang bukan. Nanti ada stikernya,” kata dia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.