Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menanggapi soal pihak kepolisian yang menyebut emak-emak penghina Ibu Negara, Iriana terindikasi gangguan jiwa.
Denny Siregar nampaknya tak kaget dengan informasi ini. Pasalnya, menurut dia, pendukung “sono” memang rata-rata gangguan jiwa.
“Sebenarnya gak aneh sih. Kalo di tes semua pendukung sono, rata-rata emang gangguan jiwa,” kata Denny Siregar melalui akun Twitter @Dennysiregar7, seperti dikutip terkini.id pada Selasa, 26 Juli 2022.
“Ada yang bilang kalo Jokowi menang tidak ada lagi yang nyembah Tuhan, ada yang pengen jalan kaki Jakarta Jogja, ada juga yang suka jaminkan istrinya,” lanjutnya.
Bersama pernyataannya, Denny Siregar membagikan berita berjudul “Polisi Ungkap Emak-Emak Hina Iriana Jokowi Terindikasi Gangguan Jiwa”.
Dilansir dari Detik News, emak-emak yang menghina riana sambil meludah diperiksa setelah ditangkap.
Polisi menyebut emak-emak berinisial ENS (37) di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) ini terindikasi mengalami gangguan jiwa.
“Hasil pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi, terindikasi bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa,” kata Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Alamsyah Nugraha, Minggu, 24 Juli 2022.
Alamsyah mengatakan pelaku selama ini terobsesi dengan sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dari keterangan yang diambil polisi, pelaku beranggapan Presiden Jokowi menyukainya.
Iptu Alamsyah juga mengungkapkan, pelaku sengaja meng-upload video di akun sosial medianya dengan tujuan agar Iriana melihatnya. Emak-emak ini berharap melalui video itu, Iriana Jokowi sakit hati.
“Pelaku menganggap ibu Iriana sebagai saingan, karena pelaku sangat menyukai Pak Jokowi,” jelasnya.
Merujuk hasil pemeriksaan sementara pelaku yang terindikasi mengalami gangguan jiwa, maka polisi akan melakukan observasi kejiwaan terhadap penghina Iriana Jokowi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
