Denny Siregar: Ternyata Pemaksaan Jilbab di SMKN Sudah Berlangsung Lama

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar kembali mengomentari soal pemaksaan jilbab terhadap seorang siswi SMKN 2 Padang yang dilakukan oleh pihak sekolah tersebut.

Lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 23 Januari 2021, Denny Siregar mengatakan bahwa peristiwa pemaksaan pemakaian jilbab terhadap siswi SMKN di Padang itu ternyata sudah berlangsung lama.

Namun, kata Denny, baru kasus yang menimpa seorang siswi nonmuslim di SMKN 2 Padang itu yang terekspose ke publik lantaran keberanian dari orang tua siswi tersebut bersuara di media sosial.

“Ternyata pemaksaan jilbab di SMKN sudah berlangsung lama, hanya kemaren ada yang berani bersuara. Itu hanya himbauan? Pret!,” cuit Denny Siregar.

Mungkin Anda menyukai ini:

Dalam cuitannya itu, Denny juga membagikan sebuah link artikel pemberitaan berjudul “Fakta Baru Adib Kadisdik Temukan 46 Siswa SMKN Non Muslim Dipaksa Pakai Jilbab” yang dimuat situs Tribunnews.com pada Jumat, 22 Januari 2021.

Baca Juga: Dituding Denny Siregar Jadi Provokator Kasus Nakes Siantar, Tengku Zul:...

Dalam isi artikel pemberitaan itu disebutkan, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Adib Al Fikri menyesali terjadinya peristiwa dugaan pemaksaan memakai jilbab terhadap siswi non-muslim di SMK Negeri 2 Padang.

Menurut Adib, aturan siswi memakai jilbab di sekolah itu sebenarnya adalah aturan lama. Aturan itu sudah ada sejak kewenangan SMA/SMK belum dilimpahkan ke Pemerintah Provinsi.

“Sangat kita sayangkan kejadian ini. Aturan ini sudah lama sebelum pelimpahan wewenang, sejak zaman Wali Kota Padang Fauzi Bahar tahun 2005 lalu. Selama ini masih jalan dan baru diprotes hari ini,” kata Adib saat dihubungi Kompas.com.

Baca Juga: Kasus 4 Nakes Mandikan Jenazah Dihentikan, Denny Siregar: Terima Kasih...

Adib pun mengungkapkan, kebijakan lama tersebut hampir terjadi di semua sekolah di Kota Padang.

Pada 2005, saat Fauzi Bahar menjabat Wali Kota Padang, kata Adib, aturan wajib memakai jilbab itu memang diberlakukan.

“Hampir semua sekolah di Kota Padang seperti itu. Itu kebijakan lama,” tuturnya.

Ia pun berjanji akan mengevaluasi aturan kebijakan terkait hal itu. Nantinya, siswi nonmuslim tidak diwajibkan memakai kerudung atau jilbab.

“Pasti kita evaluasi. Nanti yang nonmuslim bisa menyesuaikan saja,” ungkapnya.

Adib juga mengaku telah menurunkan tim ke SMK Negeri 2 Padang untuk melakukan investigasi dan kajian terkait kasus tersebut.

“Tadi tim sudah turun. Di sekolah itu ada 46 orang nonmuslim dan semuanya memakai jilbab, kecuali siswi yang protes ini. Kita tunggu hasil investigasi. Setelah itu kita buat kebijakan baru,” ujar Adib.

Pada cuitan sebelumnya, Denny Siregar juga menyinggung Menteri Pendidikan Nadiem Makarim terkait siswi beragama Kristen di SMKN 2 Padang tersebut yang dipaksa memakai jilbab.

Denny lewat cuitannya di Twitter, Jumat 22 Januari 2021, meminta Nadiem Makarim untuk membereskan hal itu sebelum peristiwa tersebut banyak terjadi di Indonesia.

Ia pun menilai bahwa sekarang ini memang sudah banyak sekolah negeri yang telah berubah menjadi sekolah Islam lantaran aturan pemaksaan jilbab terhadap siswi di sekolah tersebut.

“Sekolah negeri masa kini banyak yang sudah berubah menjadi sekolah agama. Pemaksaan jilbab, bahkan ke siswi yang non muslim, terjadi di banyak tempat,” cuit Denny Siregar.

Oleh karenanya, Denny meminta agar Menteri Pendidikan Nadiem Makarim segera bertindak membereskan perilaku pihak di sejumlah sekolah negeri tersebut.

“Mas nadiemmakarim harus mulai membereskan hal-hal seperti ini. Kalau tidak, virus mereka akan semakin menyebar kemana-kemana,” tegas Denny Siregar menandai Twitter Nadiem Makarim.

Pada cuitannya tersebut, Denny juga membagikan unggahan netizen yang memposting foto tangkapan layar terkait peristiwa yang menimpa siswi Kristen di SMKN 2 Padang dipaksa pakai jilbab oleh pihak sekolah.

Dalam foto tangkapan layar itu, tampak orang tua siswi tersebut yakni Elianu Hia mengaku dipanggil pihak SMKN 2 Padang lantaran anaknya yang nonmuslim tidak memakai jilbab.

“Lagi di sekolah SMK Negri 2 Padang. Saya dipanggil karna anak saya tidak pakai jilbab. Kita tunggu aja hasil akhirnya. saya mohon didoakan ya,” tulis Elianu Hia.

Dalam foto tangkapan layar yang dibagikan Denny Siregar tersebut, juga terlihat surat pernyataan dari Elianu Hia.

Dalam surat pernyataan itu, tertulis Elianu Hia selaku wali dari siswi Kristen itu menolak dan merasa keberatan terkait peraturan sekolah negeri tersebut yang mengharuskan siswinya memakai jilbab.

Bagikan