Terkini.id, Bondowoso – Bencana banjir bandang melanda wilayah Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur pada Rabu sore 29 Januari 2020.
Kejadian ini membuat warga terkejut lantaran banjir datang tanpa diawali dengan hujan. Bahkan daerah itu sudah hampir sepekan terakhir hujan tidak turun di wilayah itu.
Dari video banjir bandang yang beredar di media sosial, terlihat air berwarna coklat melanda jalanan tanpa adanya hujan.
Banjir tersebut memutus akses jalan desa setempat dan jalan menuju Pegunungan Ijen. Selain itu, sejumlah lahan pertanian juga rusak akibat arus deras banjir yang datang tiba-tiba tersebut.
- Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Dikabarkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
- Marak Geng Motor, Ketua Umum Matadoor Desak Polrestabes Makassar Bertindak Tegas
- Ditjenpas Bentuk Tim Investigasi Usai Ombudsman Temukan Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
- Bupati Jeneponto Lantik Anggota BPD Masa Bakti 2026-2034
- Komitmen Tak Intervensi Proses Hukum Bupati Gowa, Sikap Fadil Imran dan Keluarga Patut Diapresiasi
Arus banjir yang sangat deras disertai lumpur tebal membuat warga kaget dan khawatir, khususnya yang bermukim di kawasan yang dilalui banjir bandang. Banjir diduga datang dari arah hulu, tepatnya di kawasan Hutan Desa Jampit.
Lokasi hulu banjir hingga hilir sekitar 15 kilometer (km). Yang membuat warga setempat heran, sudah hampir sepekan terakhir tidak ada hujan di kawasan Kecamatan Ijen.
Lima Rumah Rusak
BPBD Bondowoso mencatat hingga hari ini (30/1), pukul 09.30 WIB sebanyak 856 orang mengungsi. Selain itu, banjir mengakibatkan sejumlah kerugian material sebagai berikut:
– 214 unit rumah terendam
– 6 unit mushola
– 1 unit plengsengan rusak berat
– 3 unit jembatan rusak
– 3 unit rumah dinas
– 2 unit bangunan SD
– 1 unit kantor kecamatan
– 864 ternak kambing, sapi dan kuda
– Beberapa titik ruas jalan
Merespon bencana ini, BPBD Bondowoso bersama tim gabungan melakukan upaya penanganan darurat, evakuasi dan penyelamatan. Mereka juga melakukan kerja bakti untuk membersihkan materiil lumpur.
“BPBD Bondowoso telah mendirikan dua tenda pengungsi, satu dapur umum dan satu pos pelayanan kesehatan. Sementara itu, pemerintah provinsi Jawa Timur telah mengerahkan dua unit alat berat untuk membantu proses pembersihan materail lumpur,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo.
Kebutuhan mendesak di lapangan yaitu logistik untuk pengungsi dan tim gabungan, serta pakaian bagi para penyintas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
